Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Begini Anies Baswedan Sikapi Proyek IKN jika Jadi Presiden

PORTALSWARA.COM — Kerap mendapat pertanyaan soal pandangannya terhadap kebijakan pemerintah pusat saat ini, begini Anies Baswedan sikapi proyek IKN.

Soal Ibu Kota Negara (IKN) dan kereta Cepat Indonesia-China yang sering dikritisi kubu oposisi, juga banyak disorot publik. Apakah putusan dan kebijakan pemerintah mengenai hal itu penting atau tidak.

Mengenai apakah dirinya akan melanjutkan proyek yang memakan biaya super fantastis era Jokowi tersebut, jika nanti menjadi Presiden, Anies pun memberikan jawaban mengejutkan.

Melansir Warta Ekonomi, Jumat (2/12/2022), Anies Baswedan mengungkapkan pada dasarnya fungsi dari diadakannya pemilu dalam kerangka demokrasi adalah mewujudkan tujuan bernegara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karenanya dalam memandang kebijakan yang akan beralih kepemimpinan, Anies menggambarkan layaknya sedang melakukan pendakian di mana ada titik tertentu diadakannya istirahat untuk mengevaluasi langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Jadi ketika setiap etape selalu muncul hal-hal yang harus diteruskan, dikoreksi, dan dihentikan, dan hal baru yang dibawa,” ujar Anies yang tampil di kanal Youtube Refly Harun, dikutip Rabu (30/11/22).

Hal ini menurut Anies juga ia lakukan selama bertugas di DKI Jakarta sebagai Gubernur. Di mana dirinya mengkaji mana yang harus diteruskan, dikoreksi, dihentikan dan ditambahkan.

Terkait melanjutkan atau tidak yang Jokowi kerjakan terlepas dari banyaknya biaya yang digunakan, Anies mengugkapkan selama ada UU yang menyatakan itu harus dilanjut maka harus dilanjutkan sampai nanti akhirnya ada keputusan baru yang mengikat terkait kebijakan tersebut.

“Jadi sederhananya kita ingin agar apa yang sudah dikerjakan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia. Saya sederhana saja hari ini, selama itu ada aturan perundangannya siapapun pejabat negara harus melaksanakan, jadi tidak bisa selera kita, keputusan itu harus dihormati,” jelas Anies.

Baca Juga :  Hujan Mengguyur Kota Medan Hari Ini Mulai Siang

Anies pun menuturkan bahwa di dalam pemerintahan tak pernah terlepas dari yang namanya “2 C” yaki Change and Continuity (Perubahan dan Keberlanjutan).

Tak bisa hanya mengandalkan Change dan meninggalkan Continuity atau sebaliknya.

“Tidak bisa hanya 1 C, Change dan Continuity,” jelas Anies Baswedan. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *