Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Daftar Rute Penerbangan Paling Sibuk di Dunia

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Rute penerbangan tersibuk di dunia 2022, baru-baru ini dirilis sebuah studi dari perusahaan analisis penerbangan atau Official Airlines Guide (OAG). Penilaian dilakukan dengan melihat volume kursi terjadwal per bulan.

Rute penerbangan tersibuk ternyata rute antara ibukota Mesir Kairo dan kota pelabuhan Arab Saudi Jeddah. Ada 3,2 juta penumpang yang tercatat telah mengambil rute itu pada tahun lalu.

Rute penerbangan tersibuk di dunia didefinisikan sebagai rute dengan volume kursi maskapai terjadwal terbesar di bulan kalender saat ini. Data untuk penerbangan dua arah pada setiap rute dan bersumber dari OAG Schedules Analyzer pada minggu pertama setiap bulan.

Kembali pada tahun 2019 (terakhir kali lalu lintas udara berada pada tingkat yang sebanding), daftar rute udara tersibuk terlihat sangat berbeda. Delapan dari sepuluh rute udara tersibuk di dunia pada tahun 2019 berada di Asia, dengan posisi teratas diambil oleh penerbangan antara Kuala Lumpur dan Singapura.

Peringkat Asia telah merosot sebagian besar karena pemulihan yang lambat setelah pandemi Covid-19. Tidak hanya Cina yang sebagian besar masih tertutup untuk pelancong internasional, tetapi Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan belum menyambut pengunjung pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.

Berikut sepuluh rute penerbangan tersibuk di dunia saat ini, bersama dengan jumlah kursi terjadwal selama 12 bulan terakhir, melansir tempo.co, Senin (14/11/2022).

– Kairo ke Jeddah (3.234.683 kursi)
– Dubai ke Riyadh (3.191.090)
– London Heathrow ke New York JFK (2.848.044)
– London Heathrow ke Dubai (2.697.593)
– Kuala Lumpur ke Singapura (2.443.176)
– Dubai ke Jeddah (2.425.930)
– Orlando ke San Juan (2.099.234)
– Dubai ke Mumbai (1.977.537)
– Kairo ke Riyadh (1.913.991)
– Dubai ke Delhi (1.898.749)

Baca Juga :  Transgender Dilarang di Rusia

Namun metodologi OAG ini masih ada celah. Berdasarkan kursi terjadwal daripada penumpang sebenarnya, banyak pesawat mungkin terbang di antara dua tujuan tetapi mereka mungkin tidak benar-benar memiliki banyak orang di dalamnya. Karena itu, kursi terjadwal dalam rute penerbangan masih harus menjadi indikator kesibukan umum. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *