F1H20 Sepi Bikin Pedagang di Balige Gigit Jari

PORTALSWARA.COM — Event F1H20 sepi bikin pedagang di Balige gigit jari. Event F1 Powerboat Danau Toba digelar 24-26 Februari 2023. Event yang semula digadang-gadang besar ini, ternyata bikin pedagang zonk.

Pedagang di Balige mengaku event F1 Powerboat Danau Toba tak banyak mempengaruhi usahanya. Bahkan, banyak pedagang yang sudah mengeluarkan modal besar untuk menyambut acara tersebut. Tetapi ternyata event F1H20 sepi bikin pedagang gigit jari.

Salah satu pemilik rumah makan di Balige, Titi Sumarni, mengaku usaha miliknya masih sepi. Padahal, ia sempat mengira usahanya akan ramai mulai tanggal 20 Februari 2023.

“Aduh, sepi kali loh, ada pembeli tapi cuma satu per satu gitu. Padahal katanya udah mulai rame itu tanggal 20 tapi sekarang pun masih sepi. Sampai udah keluar modal aku sekitar Rp20 juta,” ungkap Titi, Jumat (24/02/2023).

Titi mengatakan, modal belanja itu ia gunakan untuk membeli beras, minyak makan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Modal kita ini beli bahan stok makanan. Cemas juga kita nanti kehabisan, gimana kita mau cari nanti. Tapi udah distok masih sepi juga pembeli,” ujarnya.

Tak hanya Titi, ternyata pedagang pernak-pernik F1H2O, Hotma juga mengakui penjualan masih terbilang sepi. Setiap harinya, hanya 1-2 potong baju yang mampu dijual para pedagang di sekitaran Venue F1H2O Danau Toba.

Ia juga mengaku sudah mengeluarkan modal cukup besar untuk memesan baju bergambar F1H2O sebesar kurang lebih hingga belasan juta rupiah.

“Masih sepi ini yang beli. Hari ini aja belum buka dasar (terjual), masih banyak stok baju padahal udah lumayan keluar banyak uang untuk modal ini. Ya semogalah nanti Sabtu-Minggu banyak yang beli,” ucap Hotma.

Baca Juga :  Irjen Agung Setya Kerahkan 12.092 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran 2024 di Sumut

Melansir detiktravel, Sabtu (25/02/2023), Boru Regar, pedagang mi gomak di sekitar Venue F1 Powerboat Danau Toba mengeluh lantaran dagangannya tak laku. Padahal dirinya sudah menyetok mi dan stok air mineral untuk dijual.

“Kami pikirlah F1 ini bisa buat ekonomi bangkit, rupanya zonk kita. Banyak makanan dari luar yang dibawa. Tadi pagi aku siapkan 2 kg mi gomak biasanya siang gini udah habis. Tapi ini baru 1 kg yang habis. Terus minum juga, katanya lah banyak turis yang datang, udah kami siapkan 10 kardus air, rupanya susah kali terjual ini,” ucapnya. (psc)