PORTALSWARA.COM — Siaran televisi (TV) analog dihentikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara bertahap mulai hari ini, Rabu (2/11/2022).
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, ada 514 wilayah di Indonesia yang melakukan migrasi TV analog ke TV digital. Di antaranya 222 wilayah yang akan migrasi pada 2 November 2022.
“Jabodetabek yang terdiri dari 9 kabupaten dan kota akan dilaksanakan ASO pada 2 November 2022 dan 173 kabupaten dan kota non-terrestrial service atau tidak ada layanan TV terrestrial. Dengan demikian, ada 222 kabupaten kota yang total ASO (2 November),” kata Johnny.
Bagi masyarakat yang kebingungan terkait migrasi siaran analog ke digital, Kominfo telah menyediakan posko melalui kontak layanan di nomor telepon 159 atau chatbot WhatsApp di nomor 08118202208.
Masyarakat juga bisa mengakses informasi terkait siaran penghentian TV digital melalui laman website resmi Kominfo https://siarandigital.kominfo.go.id.
Perangkat STB
Johnny menuturkan, kehadiran posko bantuan ini secara khusus bertujuan agar masyarakat miskin yang membutuhkan perangkat set top box (STB) bisa menangkap siaran TV digital.
“Apabila nanti ternyata ada televisi masyarakat yang belum bisa menerima siaran digital oleh karena belum tersedia set-top-box bagi keluarga miskin, maka Kementerian Kominfo akan melayani sedapat mungkin,” kata Johnny.
Proses analog switch off (ASO) atau penghentian siaran TV analog yang dilakukan secara bertahap ini karena distribusi set-top-box (STB) bagi rumah tangga miskin belum tuntas.
Diketahui, STB merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan Anda untuk menikmati siaran digital tanpa perlu mengganti perangkat TV.
Melansir KOMPAS.com, Rabu (2/11/2022), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menuturkan, distribusi STB oleh Kominfo sebenarnya sudah selesai dilakukan.
Hanya saja, distribusi oleh TV swasta hingga saat ini belum rampung dan masih berjalan.
“Kesimpulannya, peralihan dari (TV) analog ke digital akan dilaksanakan pada 2 November dan dimulai secara bertahap karena masih (ada) beberapa hal yang harus disiapkan,” kata Mahfud MD.
Distribusi STB
Menurutnya, pihak TV swasta mendistribusikan STB sebanyak 4,4 persen.
Mahfud menegaskan, infrastruktur lainnya terkait multipleksing (MUX) disebut siap dan selesai.
“Infrastrukturnya dalam bentuk MUX sudah selesai, tetapi STB-nya (dari) pemerintah sudah menyelesaikan, yang TV swasta baru 4,4 persen, sehingga harus diatur kembali,” jelas dia.
“Jadi, dari sudut pemerintah semua sudah siap, yang TV swasta nanti kita lakukan bersama-sama setelah itu,” sambungnya. (psc/bs)






