PORTALSWARA.COM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, turun langsung meninjau dan memastikan penanganan jemaah calon haji (Calhaj) asal Jawa Timur yang tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Surabaya (SUB 16) setelah pesawat Saudi Airlines, yang mereka tumpangi melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (26/04/2026).
Pendaratan tersebut dilakukan karena pesawat mengalami gangguan teknis ringan, sehingga penerbangan menuju Madinah harus dihentikan sementara demi keselamatan seluruh penumpang.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan maksimal kepada jemaah, seluruh jemaah SUB 16 langsung mendapatkan penanganan cepat dan ditempatkan di sejumlah hotel sekitar Kualanamu, yakni Hotel Anara, Hotel Quadrant, dan Hotel Hub, untuk beristirahat sambil menunggu jadwal keberangkatan lanjutan menuju Tanah Suci, Senin (27/04/2026).
Zulkifli Sitorus menegaskan, kehadiran Kementerian Haji dan Umrah dalam situasi seperti ini merupakan bentuk nyata komitmen pelayanan kepada seluruh tamu Allah, tanpa membedakan asal embarkasi.
“Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan rasa aman, nyaman dan tetap tenang dalam menjalankan ibadahnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab sekaligus bukti bahwa Kementerian Haji dan Umrah hadir dalam situasi apa pun, termasuk ketika terjadi kondisi darurat seperti technical landing,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli juga berkoordinasi langsung dengan petugas Kloter SUB 16, Branch Manager Saudi Airlines, serta bertemu dengan sebagian jemaah yang tergabung dalam KBIHU Al Azhar dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar jemaah telah terpenuhi, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kenyamanan selama masa transit darurat.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah sudah menempati kamar hotel dan telah mendapatkan makan malam. Saat ini mereka tinggal menunggu jadwal keberangkatan lanjutan menuju Madinah,” katanya.
Menurut Zulkifli, pelayanan haji tidak boleh berhenti hanya pada batas administratif wilayah embarkasi. Ketika ada jemaah Indonesia yang membutuhkan bantuan, maka seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah wajib hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik.
Karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan perhatian penuh, baik kepada jemaah asal Sumatera Utara maupun kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang mengalami technical landing di Bandara Kualanamu dengan alasan apa pun.
Langkah cepat tersebut juga menjadi gambaran bahwa penyelenggaraan haji 2026 tidak hanya mengedepankan kelancaran keberangkatan, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi situasi tak terduga di lapangan.
“Semoga seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar, sukses, dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur,” ujar Zulkifli.
Kehadiran langsung Ketua Embarkasi Medan di tengah situasi darurat itu menjadi pesan kuat bahwa pelayanan haji bukan sekadar urusan administratif, melainkan amanah besar untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan ketenangan para jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima. (bees/psc)












