PORTALSWARA.COM – Dampak banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Medan mengakibatkan tingkat kehilangan air Perumda Tirtanadi mencapai hingga 40 persen. Angka ini melonjak dari awal 2024 yang hanya di angka 24 persen.
Terkait itu, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Tirtanadi, Ardian Surbakti, menegaskan, akan melakukan perbaikan kedepan. Meningkatkan kembali kehilangan air (loses) secara teknis dan non teknis.
“Ini menjadi PR kami, tantangan untuk meningkatkan kehilangan air. Bersama jajaran akan mencari solusi dan langkah-langkah terkait yang akan diambil,” ungkap Ardian dalam kesempatan silaturahmi bersama Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi), Kamis (18/12/2025), di Aula Perumda Tirtanadi.
Selain Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti, dalam silaturahmi tersebut tampak Kepala Sekretaris Perusahaan Perumda Tirtanadi Nurlin, Kabid Humas Perumda Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar, Ketua Forwadi Ahmad Rivai, Sekretaris Forwadi Adi S Wasgo dan Bendahara Forwadi Laswiyati.
Ardian juga menyebutkan, pada saat terjadi bencana, pelayanan menjadi layanan utama bagi PDAM Tirtanadi. Pihaknya tetap berusaha agar pelayanan air cepat pulih. Dan menghadirkan kembali air bersih ke masyarakat dan pelanggan.
Lebih lanjut dikatakannya, meningkatkan kualitas air dan pelayanan dilakukan mulai dari hulu, dengan membentuk satuan tugas (Satgas), agar kedepan masyarakat dan pelanggan terlayani dengan baik.
“Juga memperluas cakupan wilayah untuk menurunkan angka loses tersebut,” urainya.
Selain pembenahan internal, Ardian juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Kami sangat berharap bisa berkolaborasi dengan rekan-rekan wartawan. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan membangun,” ucapnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berkomitmen membuka ruang informasi seluas-luasnya agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat,” lanjut Ardian.
Terkait bencana banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah, Ardian Surbakti mengakui pelayanan air bersih sempat terganggu akibat terdampaknya beberapa instalasi pengolahan air yang terendam.
“Banjir kemarin sempat mengganggu pelayanan karena ada instalasi yang terdampak. Namun kami bergerak cepat agar pelayanan bisa kembali normal,” jelasnya.
Kedepan, Tirtanadi berupaya meningkatkan keandalan sistem pelayanan agar tetap berjalan meski di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Kami ingin memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dan tidak terlambat,” pungkasnya. (bees/psc)












