Breaking News
NasDem dan Gerindra Pasangkan Rico-Zaki di Pilwalkot Medan I Kebijakan Parkir Berlangganan, Bobby Gaji 1.700 Jukir di Medan Rp2,5 Juta per Bulan I Hari Pertama Parkir Berlangganan Kota Medan Terjual 1.093 Stiker I Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp40 Ribu Mulai 1 Juli I Warga di Medan Disekap dan Dimintai Uang Rp100 Juta

Menko Marves Luhut BP: e-VOA Terobosan Permudah Investasi

Imigrasi Menjadi Wajah Indonesia

PORTALSWARA.COM, Bali – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, e-VoA menjadi sebuah terobosan dalam memudahkan investasi asing untuk masuk ke Indonesia.

“Ini menjadi awal yang baik yang perlu disempurnakan. Imigrasi menjadi wajah Indonesia. Dunia sedang melihat Indonesia dengan cara yang berbeda karena sedang terjadi transformasi yang luar biasa di sini,” ungkap Luhut, saat menghadiri acara peluncuran Electronic Visa on Arrival (e-VOA), di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/11/2022).

Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, mengatakan, layanan e-VOA suatu kemajuan sejalan dengan membaiknya perekonomian Indonesia, di antara negara anggota G20.

Dikatakannya, warga Negara Asing dapat mendaftarkan permohonan e-VoA melalui aplikasi berbasis website molina.imigrasi.go.id. Setelah mengisi form permohonan, mereka dapat langsung meneruskan ke halaman pembayaran dan melakukan transaksi secara online menggunakan kartu kredit atau kartu debit berlogo Visa, Mastercard atau JCB.

Setelah melakukan pembayaran, permohonan e-VoA akan diverifikasi oleh petugas dan jika disetujui maka dikirimkan kepada orang asing melalui aplikasi. Selanjutnya Orang Asing cukup mengunduh e-VOA yang telah disetujui dan menunjukkannya di Tempat Pemeriksaan Imigrasi saat masuk Wilayah Indonesia.

Dikutip dari laman Kemenkumham.go.id, Jumat (11/11/2022), terdapat 46 negara yang sudah dapat mengajukan e-VOA di tahap awal penerapan kebijakan ini. Negara-negara tersebut antara lain, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Brazil, Ceko, China, Denmark, Finlandia, Hongaria, India, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang dan Jerman.

Selanjutnya adalah Kanada, Korea Selatan, Lithuania, Malaysia, Maroko, Meksiko, Mesir, Norwegia, Oman, Polandia, Portugal, Prancis, Rumania, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, Timor Leste, Tunisia, Turki, Ukraina, Uni Emirat Arab, Yunani.

Baca Juga :  Siang Hingga Lepas Maghrib Kota Medan Diguyur Hujan

Ada enam Bandar Udara yang melayani e-VoA, yaitu, Juanda-Surabaya; Kualanamu-Medan; Ngurah Rai-Bali; Sam Ratulangi-Manado; Soekarno Hatta-DKI Jakarta; Adi Sucipto-Yogyakarta.

Sedangkan untuk Pelabuhan Laut ada 11 yang ditunjuk untuk bisa memfasilitasi. Di antaranya, Bandar Bentan Telani Lagoi-Kepulauan Riau; Bandar Seri Udana Lobam-Kepulauan Riau; Batam Centre-Kepulauan Riau; Batu Ampar-Kepulauan Riau; Citra Tri Tunas-Kepulauan Riau; Kabil-Kepulauan Riau; Marina Teluk Senimba-Kepulauan Riau; Nongsa Terminal Bahari-Kepulauan Riau; Sekupang-Kepulauan Riau; Sri Bintan Pura-Kepulauan Riau dan Tanjung Balai Karimun-Kepulauan Riau.

Dengan e-VoA, orang asing dimudahkan dalam hal pengajuan pra kedatangan serta pembayaran. E-VoA diharapkan dapat berkontribusi nyata untuk mendorong masuknya wisatawan mancanegara maupun pebisnis dari seluruh dunia ke Indonesia. Efisiensi layanan keimigrasian ini menjadi insentif yang berdampak positif terhadap roda perekonomian negara. (psc/sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *