PORTALSWARA.COM — Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di event Aquabike Samosir mengeluh.
Meski event Aquabike yang digelar selama dua hari di Danau Toba, kawasan Kabupaten Samosir, menambah kebahagiaan sejumlah masyarakat, namun sejumlah pedagang atau pelaku UMKM yang berjualan di stand pemerintah di halaman gereja Katolik Lumban Lintong Pangururan, justru mengaku penghasilan mereka tidak seperti yang diharapkan.
“Penjualan dalam dua hari ini berkisar 700 ribu rupiah lah per hari. Keuntungannya sekitar 200 ribuan. Lebih enaknya saya jualan online. Karena di event ini saya kan mengeluarkan biaya transportasinya. Makanya keuntungan dari penjualan 700 ribu hanya 200 ribu saja,” kata seorang pelaku UMKM asal Desa Salaon Dolok, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, Boru Hotang, Jumat (24/11/2023).
Dia menambahkan, ia ikut memasarkan produknya karena ada undangan dari pemerintah. “Saya menghargai undangan tersebut,” ujarnya.
Amatan wartawan di lapangan, UMKM Kabupaten Samosir ditempatkan di luar arena aquabike. Bahkan jauh dari panggung VIP dan UMKM di kiri-kanan panggung VIP mayoritas stand OPD Pemerintah, Polri, kejaksaan, TNI dan bank.
Salah seorang pelaku UMKM yang namanya tak mau disebut mengatakan, semua UMKM yang lokasinya di sisi kanan-kiri panggung VIP adalah titipan dari pihak tertentu. (psc)












