Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Pembunuhan Brigadir Josua: Perilaku Tak Biasa Kuat Maruf ke Putri Candrawathi Dibongkar ART Sambo

PORTALSWARA.COM, Jakarta – Lama tersiar kabar kedekatan Kuat Maruf dan Putri Candrawathi. Tentang hubungan apa di antara keduanya menjadi pertanyaan publik.

Dan kini, pengakuan Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi, mengejutkan publik kembali.

Senin lalu 31 Oktober 2022, pada persidangan Bharada E di PN Jakarta Selatan, Susi dihadirkan sebagai saksi.

Beberapa keterangan yang disampaikan Susi salah satunya terkait tindakan yang dilakukan Kuat Maruf, berani memegang tubuh Putri Candrawathi.

Apa yang disampaikan Susi tersebut, seolah mengisyaratkan kalau Kuat Maruf punya keistimewaan tersendiri, berani melakukan hal itu.

Susi menceritakan ketika ia menemukan Putri sedang tergeletak di lantai dua rumah Magelang. Pada waktu itu, ia melihat Kuat sedang memegang tubuh Putri.

Akan tetapi, menurut penuturan Susi, Kuat Maruf hanya memegangi kaki Putri Candrawathi.

Hal itu dikatakan Susi, untuk memeriksa suhu tubuh istri Ferdy Sambo ini.

“Om Kuat megang badannya, kakinya, (lalu bilang) ‘Ini kakinya dingin’,” ungkap Susi.

Merasa heran, Hakim Wahyu menanyakan sosok Kuat Maruf yang berani memegang tubuh istri seorang Jendral ini.

“Kuat ini siapa? Sopir kan?” tanya Wahyu yang diiyakan Susi.

“Kok berani dia pegang tubuhnya majikannya? Masuk akal nggak?” tanyanya lagi.

“(Kuat Ma’ruf cuma) megang kakinya,” jawab Susi.

“Lha ya megang kakinya (atau) perkara megang apa, tapi berani megang tubuhnya kan? Harusnya kalau dia memegang tubuhnya saudara Putri kemudian memapah ke kasur, itu masuk akal. Macam kayak dia dokter, nanya dulu, ‘Kenapa? Oh saya pegang kakinya dulu ya?’” timpal hakim Wahyu.

Kuat Ma’ruf berani larang ajudan
Tidak sampai disitu saja, Susi kembali menceritakan peristiwa yang terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang, pada 4 Juli 2022.

Baca Juga :  Dianggap Kurang Ajar, Ade Armando Digugat PDIP Rp 200 M

Ia menceritakan ketika itu, Brigadir Jingin mengangkat tubuh Putri Candrawathi, namun justru dilarang oleh Kuat Ma’ruf.

Hakim membacakan BAP terkait dengan Susi yang menyatakan bahwa Putri diangkat oleh Yosua, yang membuat Eliezer dan Kuat Ma’ruf terkejut.

Tapi dipersidangan, dilansir dari ayomedan.com, Kamis (3/11/2022), keterangan itu berubah yang menyebutkan Yosua tidak melakukan hal itu.

“Ini di BAP ngomong begini, terdakwa katakan jangan gitu lho, Bang. Kok sekarang gini? Ini saya baru nanya Anda lho belum terdakwa saya tanya. Korban Yosua sempat angkat tubuh Putri?” tanya hakim memastikan.

“Tidak,” jawab Susi.

Tindakan Kuat Ma’ruf yang berani memegang Putri yang notabennya adalah atasannya serta tindakannya melarang ajudan memicu banyak pertanyaan. (psc/sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *