PORTALSWARA.COM — Persoalan infrastruktur masih jadi masalah utama bagi warga Kota Medan di daerah pemilihan (Dapil) 5. Tiga hari Reses Masa Sidang I Tahun IV TA 2023, 10-12 Februari 2023, Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd menerima berbagai aspirasi masyarakat.
Persoalan infrastruktur masih masalah utama, yang kerap dikeluhkan warga.
Dhiyaul meminta Pemerintah Kota Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar mengakomodir permasalahan warga dan melakukan perbaikan.
“Masalah infrastruktur seperti lampu jalan, jalan rusak dan drainase sering menjadi persoalan yang dikeluhkan warga. Kita berharap Pemko Medan melalui opd terkait membentuk tim dengan pihak kelurahan untuk melakukan pendataan, dimana saja lokasi jalan rusak, lampu jalan padam atau butuh lampu jalan, perbaikan drainas dan lainnya. Sehingga masyarakat dapat merasakan peran pemerintah dan kepedulian terhadap persoalan mereka,” papar Dhiyaul Hayati, saat menyerap aspirasi warga di Dapil 5, meliputi Kecamatan Medan Johor, Sunggal, Selayang, Tuntungan, Maimun dan Polonia.
Legislator PKS ini juga mengingatkan masyarakat, Pemko Medan telah menerapkan program UHC. Sehingga dapat berobat gratis dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) .
“Jika pun ada tunggakan BPJS Kesehatan, warga tetap bisa berobat dan tetap gratis. Caranya bagaimana? Cukup membawa KTP saja ke Puskemas dan katakan mau berobat pakai UHC. Jika pun rawat inap, ambil dulu rujukannya dari Puskesmas dan sampaikan kepada pihak rumah sakit agar bisa rawat inap gratis,” jelas Dhiyaul.
Persoalan infrastruktur yang dikemukakan warga pada Dhiyaul Hayati, antara lain dari Yufiati, warga Medan Selayang yang meminta agar dilakukan pembenahan drainase di Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Kecamatan Medan Selayang. Karena kawasan itu kerap tergenang jika diguyur hujan deras.
Begitu juga disampaikan Juliati, warga Medan Selayang yang meminta perbaikan jalan di kawasan Jalan Setia Budi Gang Karya Indah sepanjang 400 meter dan lebar lebih kurang 3 meter.
Pada reses itu, warga juga menyampaikan adanya parit di Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Ir H Juanda yang sudah dihancurkan dengan alasan mau dibersihkan. Tapi kenyataannya, parit tersebut dibiarkan begitu saja setelah dilakukan pengorekan.
Sementara Eka, warga Jalan Parang, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor menyampaikan agar dilakukan perbaikan jalan di lingkungannya juga perbaikan drainase.
Warga juga meminta agar diperbaiki kondisi Jalan Karya Budi, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor sepanjang 100 meter dan lebar 4 meter.
Disebutkan juga kondisi lampu jalan padam atau rusak yang butuh perbaikan di Gang Mesjid 4, Kelurahan Karang Rejo, Medan Polonia. Selain itu, tidak ada lampu jalan di Jalan Pipa Kelurahan Sarirejo Medan Polonia.
Kondisi lampu jalan rusak juga disampaikan warga di Jalan Bangau ada 2 titik dan di Jalan Pungguk 4 titik, Kelurahan Sei Sikambing B.
Selain permasalahan infrastruktur, warga menyampaikan soal UHC, BPJS Kesehatan, program bantuan pemerintah dan lainnya.
Semua aspirasi masyarakat ini dicatat oleh staf Dhiyaul Hayati untuk disampaikan kepada OPD terkait maupun melalui paripurna DPRD Medan untuk ditindaklanjuti Pemerintah Kota Medan.
Adapun kegiatan reses ini dilaksanakan Dhiyaul Hayati di tujuh lokasi terpisah, Jumat-Sabtu dan Minggu (10-11-12/02/2023). Di antaranya Jalan Monginsidi Kelurahan Polonia, Jalan Antariksa Gang Pipa Medan Polonia. Selanjutnya di Jalan Ir H Juanda Medan Maimun, Jalan Bunga Mayang I MedanTuntungan, Jalan Bangau Kelurahan Sei Sikambing B Medan Sunggal, Jalan Pasar VII Padang Bulan Medan Selayang dan Jalan Karya Sari, Pangkalan Mansyur Kecamatan Medan Johor. (psc)






