PORTALSWARA.COM — Wakil Bupati Tapanuli Selatan atau Wabup Tapsel, Rasyid Assaf Dongoran MSi, mengajak masyarakat untuk mempelajari Sunnah Rasulullah.
“Islam memberikan kita pengetahuan melalui Al Qur’an surah at Taubah 36, yang tafsir tentang 12 bulan dalam 1 tahun dan ada 4 bulan penciptaan langit dan bumi, sebagai bulan haram atau kesucian dari semua pekerjaan yang diharamkan. Serta jangan kamu berbuat jelek-jelek atau dosa pada 4 bulan itu,” papar Rasyid kepada wartawan, melalui selularnya, berkaitan dengan menyambut Tahun Baru Islam, Rabu (19/07/2023).
Menurutnya, ada 4 bulan dalam 12 bulan, dimana dilarang dan menjadi bulan haram. Di antaranya, larangan mendholimi diri sendiri dan orang lain, termasuk membunuh manusia, iri dengki, boros ekonomi, mengambil harta yang bukan hak dan menghalangi hak orang lain. Selanjutnya perbanyak minta ampun atau istighfar serta shalat taubat.
Kemudian, katanya, ada 2 momentum puasa untuk menikmati Tahun Baru Muharam yakni, Puasa Tasua tanggal 27 Juli 2023 atau 9 Muharram dan Puasa Asyura 28 Juli 2023 atau 10 Muharram
Lebih lanjut dikatakannya, penetapan tanggal 1 Muharram 2023 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah ditandatangani Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1066 Tahun 2022, Nomor 3 Tahun 2022 dan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023.
“Ada yang perlu diri saya dan masyarakat muslim perbaiki pada tahun 1445 H dalam kehidupan ini. Dan Al Qur’an menyebutkan dengan tegas melalui Surah Al Isra 26, yakni dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros,” ungkapnya.
Dikatakannya, ada 3 poin penting, yaitu jangan pernah dholim terhadap yang sudah menjadi hak oranglain, orang miskin dan musafir berhak atas sebagian harta kita serta jangan menghabiskan uang harta untuk hal yang tidak ada dasar Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Alias pemborosan keuangan yang tidak ada manfaat kemaslahatan
“Sudah ya, saya tidak mau berkata terlalu banyak, saya khawatir tidak dapat istiqamah. Terus terang, saya juga sedang berjuang memperbaiki diri saya dan keluarga saya,” tandasnya, seraya tetap mengajak masyarakat untuk mempelajari Sunnah Rasulullah. (psc)






