Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Sindikat Produsen Uang Palsu Cetak Rp2 M Sehari

Ada Oknum PNS Terlibat

Sindikat Produsen Uang Palsu Cetak Rp2 M Sehari
Mesin cetak uang palsu yang digunakan para sindikat (psc/net)

PORTALSWARA.COM, Kediri – Sindikat produsen uang palsu lintas provinsi di Kediri, Jawa Timur berhasil dibongkar polisi.

Dalam sehari sindikat tersebut, menurut polisi, membuat uang palsu sebanyak Rp2 miliar. Laporan dari sebuah bank pelat merah pada 14 Oktober 2022 lalu yang diterima polisi, akhirnya yang mengungkap kasus ini.

Aksi kejahatan ini juga melibatkan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Grobogan, diduga menjadi pendana sindikat tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya melansir KOMPAS.com, Minggu (6/11/2022)
1. Kronologi awal
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Ajun Komisaris Polisi Rizkika Putra Atmada menjelaskan, kasus itu terungkap setelah ada laporan dari sebuah bank di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang menemukan uang palsu senilai Rp 9,7 juta.

Baca Juga :  Ketua PAC Demokrat di Medan Tersangka Penganiaya Mantan Mertua

Setelah didalami, polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial M (52), warga Kecamatan Ngadiluwih.

“Kita akhirnya temukan uang rupiah lembaran palsu senilai Rp 9,7 juta yang dilaporkan oleh pihak bank,” kata Rizkika di Kediri, Jumat (4/11/2022).

M (52) diketahui bertransaksi di BRI Link menggunakan uang palsu.

2. Sindikat lintas provinsi, oknum ASN terlibat
Polisi mengungkapkan, tersangka M mendapatkan uang palsu dengan skema penukaran satu banding dua.

“Ibarat Rp 35 juta uang asli ditukarkan dengan Rp 75 juta uang palsu,” ujar Rizkika.

Dari keterangan M itu, polisi melakukan penyelidikan mendalam dan akhirnya menangkap 11 orang.

Salah satunya adanya adalah oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial SD (48), yang bekerja sebagai guru SMP di Grobogan, Jawa Tengah. SD diduga telah mendanai sindikat itu sebesar Rp 3,3 miliar.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalur KA Besitang-Langsa

“Itu total uang akumulatif pendanaan,” lanjut Rizkika.

3. Cetak uang palsu Rp 2 miliar sehari
Polisi mengungkap peran 11 orang yang diduga terlibat sindikat produsen uang palsu lintas provinsi.

Mereka berperan dalam produksi hingga ada yang menjadi pemodal. Dalam sehari, kata Rizkika, sindikat itu mampu membuat uang palsu senilai Rp2 miliar dalam bentuk pecahan Rp100.000 sebanyak 20.000 lembar.

Sindikat lintas provinsi tersebut cukup besar karena modal yang digunakan mencapai Rp 3,3 miliar.

Baca Juga :  Pria Terduga Penista Agama di Medan Ditangkap Polisi

4. Peran para pelaku
Dari pengungkapkan sejak 14 Oktober hingga 1 November 2022, polisi amankan 11 orang. Para tersangka pun memiliki peran sendiri-sendiri dalam jaringan ilegal tersebut.

Selain M (52), para tersangka lainnya adalah HFR (38) asal Makassar yang tinggal di Surakarta, ABS (38) asal Karanganyar, Jawa Tengah, DAN (44) asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Lalu R (37) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, W (41) asal Pekalongan, Jawa Tengah; S (58) asal Bogor, Jawa Barat, S (47) asal Batang, Jawa Tengah, FF (37) asal Tangerang, Banten, S (52), dan SD (48) asal Grobogan, Jawa Tengah sebagai pemodal. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *