Tinjau Pembangunan Infrastruktur Pengeboran Gas, Direktur Migas Watch Rion Arios: EMP Gebang Wajib Perhatikan Masyarakat

Direktur Migas Watch Rion Arios SH MH
Direktur Migas Watch Rion Arios SH MH

PORTALSWARA.COM — Direktur Lembaga Independen Pengawasan Minyak dan Gas (Migas Watch), Rion Arios SH MH, mengingatkan agar PT Energi Mega Persada (EMP) Gebang yang mendapat proyek eksplorasi gas berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS), agar tidak melupakan kewajibannya terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Rion sekaitan dengan pelaksananaan pembangunan infrastruktur jalan jembatan menuju lokasi pengeboran sumur gas, di Desa Bubun Tanjung Pura Langkat yang kini sedang berlangsung. Dimana, perbaikan peningkatan kualitas jalan dan jembatan sangat jelas berdampak.

“Baik bagi pengguna jalan maupun jembatan,” ungkap Rion, usai meninjau pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan menuju lokasi pengeboran sumur gas, Jumat (28/06/2024), di sepanjang jalan hingga Desa Bubun Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Rion, pengerjaan jalan jembatan dengan nama Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan EMP Gebang telah dimulai sejak Februari 2024 lalu, ditandai peletakan batu pertama. Pengeboran sumur gas yang di Desa Bubun juga berhubungan dengan Blok Secanggang. Diharapkan hasil eksplorasi gas alam itu dapat memenuhi kebutuhan industri di Sumatera Utara dan juga kebutuhan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh.

Rion menegaskan, yang perlu diingat EMP Gebang, anak Perusahaan Bakrie Grup ini, bila dalam pengerjaan proyek mengalami terkendala, ada baiknya bermusyawarah bersama Masyarakat setempat. Tidak cukup mendiskusikannya hanya dengan kepala desa saja. Salah satu temuan Migas Watch, perihal rencana pemindahan tugu di persimpangan Desa Bubun menuju Tapak Kuda, agar tidak mengalami konflik sebaiknya dilakukan sosialisasi dengan musyawarah bersama masyarakat. Disamping EMP Gebang juga dapat membantu pembangunan fasilitas umum desa setempat.

Lebih lanjut, Rion Arios yang berprofesi sebagai Advokat dan berkantor KARA Lawyers di Kota Medan ini, mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan Migas Watch, pembangunan relatif baik dan disambut antusias warga, dengan harapan kedepan desa-desa yang dilintasi alat berat dan kenderaan pengangkut gas serta transportasi mengalami peningkatan ekonomi. Berdasarkan catatan Migas Watch, desa yang terpapar proyek di antaranya, Desa Bubun, Desa Pematang Cengal, Desa Pantai Cermin dan Desa Pekubuan. Dimana desa mereka terkena lintasan kegiatan persiapan pembangunan jalan dan jembatan dari proyek Migas EMP Gebang Ltd.

Baca Juga :  Kapolsek Siantar Utara Punya Harta Rp11 Miliar, Lebih Kaya dari Kapolri-Wakapolri

“Harapannya, dengan adanya sumur gas yang baru, desa-desa yang dilalui dapat mengalami kemajuan, masyarakatnya juga dapat sejahtera,” pungkas Rion. (r/psc)