PORTALSWARA.COM — Perdana Menteri atau PM Israel Benjamin Netanyahu menolak gencatan senjata yang menjadi desakan dunia internasional. Netanyahu bahkan menyerukan serangan penuh ke Hamas.
Dilansir Al Jazeera, Minggu (12/11/2023), PM Israel Netanyahu menyampaikan sikap terkini terkait konflik di Gaza dalam sebuah siaran di televisi. Dia mengatakan gencatan senjata hanya mungkin terjadi jika Hamas membebaskan 240 sandera dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
Netanyahu mengatakan Gaza akan didemiliterisasi setelah perang. Dia menegaskan pasukan Israel akan memegang kendali penuh keamanan di Gaza.
Netanyahu juga mengesampikan peran pemerintahan Otoritas Palestina saat ini di Gaza. Dia menolak memberikan kendali kepada otoritas tersebut di Gaza.
“Pasti ada hal lain di sana,” kata Netanyahu. Dia menjawab pertanyaan soal apakah Otoritas Palestina, yang memiliki sebagian kendali administratif di Tepi Barat yang diduduki, dapat memerintah Gaza setelah perang.
“Tidak akan ada otoritas sipil yang mendidik anak-anak mereka untuk membenci Israel, membunuh warga Israel, dan melenyapkan negara Israel,” sambung Netanyahu.
Netanyahu juga memberikan peringatan keras kepada kelompok Hizbullah dari Lebanon. Dia meminta Hizbullah untuk tidak ikut terlibat perang antara Israel dan Hamas.
“Jangan membuat kesalahan dengan berperang. Itu akan menjadi kesalahan dalam hidup Anda… Masuknya Anda ke dalam perang akan menentukan nasib Lebanon,” ujar Netanyahu.
Dilansir dari AP News, Netanyahu seakan tidak menghiraukan kecaman dari dunia internasional. Dia bahkan menegaskan perang dengan miitan Hamas yang berkausa di Gaza akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh.
Untuk saat ini, Netanyahu berkata, ‘perang melawan (Hamas) sedang berlangsung dengan kekuatan penuh, dan mereka mempunyai satu tujuan, yaitu menang. Tidak ada alternatif selain kemenangan’.
Melansir detikNews, Minggu (12/11/2023), setidaknya 11.078 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Di Israel, jumlah korban tewas kini mencapai lebih dari 1.200 orang. (psc)






