Walikota Bobby Jangan Salahkan Pelaku UMKM soal Macet Jalan Karya Wisata

PORTALSWARA.COM — Walikota Bobby jangan salahkan pelaku UMKM soal macet yang terjadi di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor. Ibarat pribahasa, ‘jangan salahkan lantai jika tidak pandai menari’.

Menurut Koordinator Forum Masyarakat Johor Menggugat (FMJM), Gumilar Adtya Nugroho, menantu Presiden Jokowi itu diminta agar tidak menyalahkan pelaku UMKM sebagai biang kemacetan di Jalan Karya Wisata. Walikota Bobby jangan salahkan pelaku UMKM.

“Jangan pak walikota tidak bisa menari yang disalahkan lantainya, inikan keliru. Kita minta harus ada kajian terkait proses pembangunan median jalan, karena kita melihat banyak aturan yang dilanggar,” kata Gumilar saat aksi penandatanganan petisi penolakan proyek median jalan di sepanjang Jalan Karya Wisata, Senin (20/12/2022).

Dikatakannya, ada Perda dan peraturan menteri yang sudah dilanggar, harusnya itu yang jadi PR, itu yang harus dibenahi. “Jangan disalahkan pedagang kecil, mereka hanya mencari makan, bukan menjadi seperti ini,” tambahnya.

Gumilar mengatakan, aksi pembuatan petisi ini dilakukan, karena warga menilai proses pembangunan median jalan sangat tidak tertib dan menimbulkan kemacetan yang signifikan akibat proyek tersebut yang dinilai gagal.

“Kita melihat tidak ada sebuah analisis berkaitan dengan sebuah kebijakan, padahal ada Perda Nomor 2 tahun 2015 mengenai tentang proses jalan. Jadi, Jalan Karya Wisata ini termasuk jalan sekuler,” ungkapnya.

“Dalam peraturan menteri juga dijelaskan ini jalan sekuler, kalau dibangun median jalan itu maksimal 300 meter harus sudah putaran. Nah ini kita lihat dari simpang karya wisata hingga ke ujung karya wisata kurang lebih 1,5 Km tidak ada putaran,” sambungnya.

Gumilar menambahkan, dampak yang dirasakan warga dan pedagang di Jalan Karya Wisata sangat signifikan, mulai dari kerugian waktu dan terjadinya penurunan omzet dagangan. “Contohnya, para pelaku usaha di sekitar sini yang awalnya omzetnya naik sekarang malah turun. Lalu ibu-ibu yang mau ke pasar harus muter kan susah, kemudian di sini juga ada sekolah, orang mau pergi sekolah biasanya jam 7.30 WIB sudah sampai sekarang malah 8-9 pagi,” pungkasnya. (psc)

Baca Juga :  Predikat Medan Kota Terbaik Diganjar Penghargaan Anugerah Investasi Bahari 2022