PORTALSWARA.COM — Sebanyak 150 tiang lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) kini menyinari desa-desa terpencil di Asahan, Sumatera Utara. Masyarakat menyambut manfaatnya, terutama emak-emak yang kini dapat berangkat salat subuh tanpa kegelapan.
Proyek pemasangan lampu penerangan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kasubdit Pengawasan Pembangunan Infrastruktur EBTKE, Agung Feinnudin, menyatakan bahwa penerangan tenaga surya ini menjadi solusi bagi daerah yang sulit dijangkau oleh listrik PLN.
“Hari ini terealisasi sebanyak 150 unit di Kabupaten Asahan diharapkan bisa terjaga bersama-sama dengan masyarakat,” ujarnya saat acara serah terima di Kecamatan Air Joman, kemarin.
Anggota DPR RI Komisi VII, Nasril Bahar, yang turut menginisiasi kehadiran PJU TS, mengungkapkan kebutuhan penerangan bertenaga surya di wilayah pelosok desa. Ia menyoroti penempatan lampu dekat masjid untuk memberikan keamanan, terutama saat emak-emak berangkat salat subuh.
Meskipun biaya produksi satu unit lampu mencapai Rp30 jutaan, Nasril Bahar menekankan pentingnya kerjasama masyarakat dalam perawatan. Proyek serupa juga sedang diperjuangkan di Kabupaten Langkat dengan aspirasi untuk 350 unit tiang penerangan jalan tenaga surya. (psc)






