2.716 Calon Dokter Spesialis Alami Gejala Depresi

PORTALSWARA.COM — Menurut hasil skrining kesehatan jiwa program pendidikan dokter spesialis (PPDS), 2.716 calon dokter spesialis dilaporkan mengalami gejala depresi. Data ini menggambarkan tingkat depresi yang mengkhawatirkan di kalangan calon dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialisasi.

Dari total calon dokter yang mengalami gejala depresi, terbanyak ditemukan pada mereka yang sedang menjalani pendidikan spesialisasi anak, penyakit dalam, anestesiologi, neurologi dan obgyn.

Tingkat depresi bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Bahkan, sekitar tiga persen di antaranya mengakui pernah merasa ingin mengakhiri hidup atau melukai diri sendiri.

Hasil skrining juga menyoroti rumah sakit penyelenggara PPDS dengan tingkat depresi terbanyak, termasuk RSCM, RSHS, RS Sardjito, RS Ngoerah dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Sehubungan data Kementerian Kesehatan tentang depresi (bahkan ada keinginan bunuh diri dan lain-lain) pada Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS Vertikal Kemenkes yang banyak dapat komentar kalangan kesehatan dan pendidikan, maka setidaknya ada empat hal yang perlu jadi perhatian,” kata Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, lewat pesan tertulis, Selasa (16/04/2024).

Tanggapan dari dokter senior ini menyoroti perlunya analisis lebih lanjut terhadap faktor penyebab depresi ini serta tindakan yang perlu dilakukan untuk menangani masalah ini. Perlunya pembanding dengan peserta pendidikan lain dan skrining depresi pada masyarakat umum juga disoroti sebagai langkah penting.

Melansir Liputan6.com, Rabu (17/04/2024), kesimpulannya, temuan ini menekankan perlunya perhatian serius terhadap kesejahteraan mental calon dokter spesialis dan perlunya langkah-langkah konkret untuk menangani masalah ini secara menyeluruh. (psc)

Baca Juga :  Kritik Rocky Gerung ke Jokowi dan IKN Picu Kemarahan Panglima Jilah