PORTALSWARA.COM — Biaya bimbingan teknis kepala desa (Bimtek Kades) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Langkat di Berastagi sebesar Rp528.500.000.
Setiap peserta kegiatan Bimtek Kades Kabupaten Langkat di Berastagi 19-21 Maret 2023 lalu, dikenakan biaya sebesar Rp3,5 juta. Dan dana yang dikumpulkan dari peserta tersebut terpusat di Dinas PMD Langkat.
Hal itu juga tak dibantah Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Ruben.
“Memang bener kami dikenakan biaya satu orang sebesar Rp3,5 juta. Dananya kami kumpulkan di Dinas PMD Pemkab Langkat,” ungkap Ruben saat dikonfirmasi portalswara.com, Selasa (28/03/2023).
Menurutnya, kegiatan Bimtek di Berastagi tersebut diikuti 151 Kades. Dan setia orang dikenakan biaya Rp3,5 juta.
“Ya penting tak penting lah acara itu bang Ya mau gimana lagi kami. Namanya mereka atasan bang. Yang berangkat setahu saya sekitar 151 orang bang. Yang penting bagi kami, ikut aja,” urainya.
Ruben juga menyebutkan Bimtek selama 3 hari di Berastagi Kabupaten Karo tersebut diisi dengan kegiatan di antaranya outbound.
“Kami taunya Dinas PMD yang menggelar kegiatan. Cuma yang mengarahkan ketua APDESI Langkat, Hasan. Disitu semua itu, dana Rp3,5 juta, udah setor biaya segitu ditanggung semua biayanya, termasuk hotel,” kata Ruben.
Menanggapi itu, Ketua Peduli Politik Pemerintahan dan Hukum (P3H) Sumut, Muhammad Jaspen Pardede, merinci jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Bimtek Kades Langkat di Berastagi sangat fantastis. Dikatakannya, jika saja setiap peserta dengan jumlah total 151 orang dikalikan Rp3,5 juta, maka uang yang terkumpul sebesar Rp528 juta-an.
“Bila 1 orang dikenakan Rp3,5 juta, berarti untuk 151 orang biaya yang dihabiskan mencapai Rp528.500.000. Sekitar setengah miliar rupiah hanya untuk outbound. Luar biasa,” ucap Jaspen. (psc)






