PORTALSWARA.COM — Jawaban Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Langkat, Basrah Pardomuan, terkait bimbingan teknis kepala desa (Bimtek Kades) di Berastagi, membingungkan.
Hal itu terungkap saat Basrah dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/03/2023), perihal kegiatan Bimtek Kades Langkat di Berastagi.
Basrah malah mengaku kalau kegiatan yang diikuti 151 Kades Langkat di Berastagi 19-21 Maret 2023 lalu itu, adalah outbound, bukan Bimtek.
“Kegiatannya bukan Bimtek, tapi outbound, sumber dananya dari dana desa (DD), bukan dari ADD. Setiap desa sudah menganggarkan pada APBDes masing – masing untuk kegiatan peningkatan kapasitas aparatur perangkat desa. Dimana salah satu kegiatannya adalah outbond,” papar Basrah, saat dikonfirmasi Selasa (28/03/2023) via WhatsApp.
Soal pengutipan dana sebesar Rp3.500.000 yang disebut sebut ditujukan pada peserta outbound, menurut Basrah bukan pemotongan.
Kata Basrah bukan dipotong. Tetapi memang dananya sudah tersedia pada APBDes. Bukan PMD penanggungjawab.
“Mekanismenya, penyelenggara membuat surat kepada Kades menawarkan pelaksanaan outbound, karena dananya sudah dianggarkan masing-masing desa. Dinas PMD diundang, hanya sebagai narasumber pada saat kegiatan,” jelasnya.
Pernyataan Plt Kadis PMD Langkat Basrah Pardomuan dinilai Ketua Peduli Politik Pemerintahan dan Hukum (P3H) Sumut, M Jaspen Pardede, membingungkan.
Jaspen mengatakan, soal Bimtek atau outboud perbedaannya hanya pada sumber anggaran. Jika Bimtek, sebut Jaspen, anggaran wajib dari APBD, namun jika outbound itu lain lagi.
“Cost penggelolaan anggarannya dari mana, mengapa ada pengutipan dana sebesar Rp3,5 juta. Dan kalau Bimtek, harusnya PMD penanggung jawabnya,” ujar Jaspen.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Ruben, mengaku kegiatan outbound digelar selama 3 hari, sejak Minggu 19 Maret hingga Rabu 21 Maret 2023.
Ruben mengaku ada sekitar 151 peserta mengikuti outbound dan dikenakan biaya. Kabarnya, per-orang dikenakan dana sebesar Rp3,5 juta, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai biaya kontribusi.
Sayangnya, Ketua Apdesi Kecamatan Kutalambaru, Kabupaten Langkat, Rahman Sitepu, yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/03/2023), mengaku tidak ikut berangkat.
“Kebetulan saya tidak ikut berangkat bang, yang berangkat dari kecamatan kami kepala desa nya, ada tiga orang kalau tidak salah,” ujarnya.
Rahman juga mengaku heran tetang siapa sebenarnya penanggungjawab dari kegiatan tersebut.
“Saya heran bang, entah siapa yang menanggung jawabi pembuatan acara ini. Saling tolak menolak kalau udah timbul permasalahan bang. Abang tau lah macem mana Langkat,” imbuh Rahman, sembari menyebutkan, acara diselenggarakan di Hotel Rudang Berastagi. (psc)






