PORTALSWARA.COM — Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Wabup Tapsel) Rasyid Assaf Dongoran MSi menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1444 H kepada seluruh masyarakat Tapsel.
“Semoga kiranya selesai berlalu bulan Ramadhan agar kita tidak lupa mengambil banyak hikmah dan pelajaran yang ada dari perintah Allah, yang salah satu maknanya sebagai bulan pendidikan khusus bagi umat Islam untuk Allah mem-Fitri- kan kita semua di Bulan Syawal ini,” ungkap Rasyid, kemarin.
Menurutnya, Ramadhan sebagai bulan pendidikan dalam hal beberapa hikmah. Seperti menahan hawa nafsu, melatih kesabaran, melatih untuk selalu menahan prilaku ghibah dan fitnah, terlatih menghilang prasangka buruk, latihan merenungi kekuasaan Tuhan, bertambah ilmu dalam tadabur dan tafakkur Alquran, sampai melatih keyakinan diri lebih dalam, semua rezeki berasal dari Allah, Tuhan yang maha kuasa.
Selanjutnya, ujarnya, walaupun merasakan bahagia telah berhasil berpuasa penuh di bulan ramadhan 1444 H ini, namun terus lah berjuang memperbaiki diri dan mendoakan Tapsel semakin maju kedepan.
“Saya sendiri sampai kini terus masih merasa banyak dosa dan yakin pada masa depan akan banyak khilaf sengaja dan tidak sengaja,” ucapnya.
Karenanya, Wabup Tapsel Rasyid mengajak semua untuk berusaha menjadi lebih baik. Tetapi jangan merasa lebih baik dari orang lain. Karena ketika merasa lebih baik, maka masuk kategori sombong. Dan Tuhan, katanya, marah. Sebab Tuhan maha tahu isi hati dan perbuatan yang tersembunyi.
“Harapan saya kita semua masyarakat Tapsel bisa menjadi pribadi lebih baik akibat terlatih selama ibadah -ibadah bulan Ramadhan dan mensyukuri dengan pujian-pujian kepada Allah Subhana wa taala ketika Idul Fitri di bulan Syawal ini,” urainya.
Menurutnya, pasti ada rasa haru (sedih gembira campur aduk) bagi mereka yang menjalani Bulan Suci Ramadhan 1444 H. Karena mereka menjalani puasa lengkap dengan segala ibadah sunnahnya. Hilang sudah semua rasa gundah, iri dengki, dendam dan hati kembali fitri.
Mereka yang sedih karena merasa banyak hari-hari puasa tidak terjalani (bolong-bolong puasa) akibat sakit atau akibat tergoda nafsu, kehilangan akal ilmu dalam beragama untuk bertahan dalam menjalani hari-hari beribadah puasa. Sehingga kalah/batal puasa/tidak mau berpuasa. Kecuali kaum wanita yang memang kodratnya kadang harus tidak berpuasa karena haid. Maka tetaplah terus berdoa dan berjuang lagi untuk mampu menang (berpuasa penuh di bulan ramadhan) pada tahun depan. Seraya berdoa diberikan Panjang umur.
“Bagi yang mungkin ada di antara masyarakat kita mengalami kesusahan ekonomi atau kesusahan hati gundah gulana, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sesungguhnya, segala jenis dan level rezeki apapun itu adalah penetapan Allah Subhana wa ta’ala, saya sarankan untuk bersabar dan berdoa lah sesuai petunjuk Allah. Sebagaimana Al Qur’an jelaskan pada QS. Hud: 6 , QS Al Baqarah 261, QS. Nuh: 10-12, QS Ibrahim 7, QS As Syuraa 30, QS. Ghafir: 60, QS Al fatiha 5 dan berbagai petunjuk lainnya yang ada di Dalam Al Qur’an,” terangnya.
Ingat, imbuhnya, bulan Suci Ramadhan salah satunya sebagai Jalan mempertebal keimanan untuk percaya dan menggantungkan diri dan takdir kepada Allah Subhana wa taala. Di antaranya adalah dengan terus mengejar Lailatul Qadar sebagai nikmat takdir, agar semua doa-doa yang dimohonkan dapat terkabul oleh Allah kelak.
Dia juga mengingatkan, hapus dan tinggalkan kepercayaan menggantungkan rezeki pada manusia. Apalagi turut serta menyakinkan pihak oranglain, rezeki tergantung pada manusia. Karena itu lah dasar dosa yang membuat rezeki tersendat-sendat dan gundah gulana hati pikiran selalu menimpa diri.
“Saya dengan kerendahan hati dan penghormatan tulus mengucapkan mohon maaf lahir batin dari saya dan keluarga untuk semua masyarakat Tapsel,” pungkasnya. (psc)












