Pimpinan Ponpes Al Zaytun Ternyata Bekas Imam Besar NII yang Dianggap Menyesatkan

PORTALSWARA.COM — Pimpinan Ponpes Al Zaytun ternyata bekas Imam Besar NII yang dianggap telah menyesatkan.

Ponpes Al Zaytun Indramayu yang melaksanakan tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri 1444 Hijriah, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

Pasalnya pada video yang beredar, jemaah salat Idulfitri di Ponpes Al Zaytun Indramayu bercampur jemaah perempuan di antara jemaah laki-laki.

Ponpes yang didirikan oleh Syekh Panji Gumilang, juga kembali disorot publik lantaran cara adzannya yang cukup nyeleneh.

Lalu siapakah sosok Syekh Panji Gumilang, pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Al Zaytun yang terletak di Indramayu Provinsi Jawa Barat tersebut.

Diketahui dari laman stekom.ac.id, Syekh Panji Gumilang bernama asli Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang MP kelahiran Gresik 30 Juli 1946.

Panji Gumilang merupakan alumni dari Pondok Modern Gontor pada tahun 1966.

Setamatnya dari Gontor, Panji Gumilang kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Adab jurusan Sastra dan Kebudayaan Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lalu, Panji Gumilang dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dibidang Management, Education and Human Resources dari Internasional Management Centres Association (IMCA) tahun 2014.

Panji Gumilang, dari jurnal penelitian pendidikan Islam tahun 2019 menerapkan sistem pendidikan formal yang tidak terputus dari tingkat dasar sampai tinggi atau disebut Sistem Pendidikan Satu Pipa.

Ternyata, menurut catatan nama Panji Gumilang beberapa kali menuai kontroversi.

Pada tahun 2011, Panji Gumilang tercatat sempat dikaitkan sebagai Imam besar dari Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah (KW) 9, konon menurut kabar Panji Gumilang dikenal sebagai Abu Toto.

Organisasi NII sendiri dinyatakan telah dibubarkan pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, Panji yang menjadi pimpinan Ponpes Al-Zaytun membantah dengan tegas dirinya sebagai Abu Toto.

Baca Juga :  Hujan Mulai Mengguyur Kota Medan Sore Hingga Malam Hari

Di tahun 2017, Panji Gumilang sempat bermasalah dengan guru-guru di Ponpes Al Zaytun yang diduga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap guru-guru.

Akibatnya, sebanyak 117 guru tidak bisa mengajar di Ponpes Al Zaytun karena belum mengajukan surat seperti yang diminta oleh Panji Gumilang.

Kontroversi berlanjut pada tahun 2021, Panji Gumilang dilaporkan oleh mantan pegawai Ponpes Al Zaytun atas dugaan pencabulan terhadap pegawai berinisial K.

Namun, sampai saat ini kasus dugaan pencabulan yang telah di laporkan. Ke kepolisian tersebut belum juga menemui titik terang.

Itulah profil singkat Syekh Panji Gumilang, pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu yang ternyata sangat kontroversi yang konon mantan petinggi NII KW 9.

Sebelumnya, Youtuber @amsortv yang mengaku mantan anggota NII mengaku Ponpes Al Zaytun dianggap sebagai Mekkahnya para anggota NII dari seluruh penjuru dunia.

Melansir sumeks.co, Rabu (26/04/2023), selama menjadi anggota NII, menjelang 1 Muharram wajib hukumnya anggota NII dari seluruh penjuru dunia datang dan berkumpul di Ponpes Al Zaytun.

Dia menyebutkan, NII pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sudah dibubarkan, saat itu ternyata bohong.

Sebagai saksi hidup, lanjutnya meski NII dibubarkan ternyata masih ada, hanya merubah nama saja menjadi Masyarakat Indonesia Membangun. (psc)