PORTALSWARA.COM — PT Perkebunan Nusantara III (Pesero) (PTPN III) Kebun Aek Nabara Utara (Kanau) yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlokasi di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, (Sumut) melakukan konversi seluas 378 hektar kebun karet.
Konversi seluas 378 hektar kebun karet itu dikabarkan akan diganti dengan tanaman sawit dan pengerjaannya dikerjakan pihak rekanan sebanyak 2 orang. Masa kontrak untuk pengerjaannya akan berahir pada Bulan 12 tahun 2023.
“Kalau pihak rekanannya Atiam dan Kelvin yang mengerjakan ini, PT apa saya kurang tau,” kata Aryo Asisten afdeling 4 Kanau menjawab wartawan, Selasa (14/11/2023) di Kantornya.
Lebih lanjut, Aryo menjelaskan, dalam pekerjaan proyek itu Atiam dan Kelvin hanya mengelola pembagunan tanaman. Sedangkan untuk penumbangan pohon karet seluas 378 hektar pemborongnya lain lagi.
“378 hektar sudah selesai ditumbang, tinggal beberapa pekerjaan lagi seperti pembuatan paret, teras dan luku,” sebut Aryo menjeskan.
Disinggung, berapa alat berat yang digunakan saat Konversi karet PTPN III Kanau yang seluas mencapai 378 hektar, Aryo selaku Asisten sepertinya tidak tau pasti berapa jumlah alat berat yang digunakan.
“Alat berat sudah banyak yang pulang dan hanya tinggal beberapa unit lagi,” ujarnya tampa menyebutkan berapa jumlah alat berat yang digunakan dan yang sudah dipulangkan.
Aryo selaku pimpinan tertinggi di afdeling itu juga tidak tau berapa anggaran untuk pengerjaan Konversi (Karet) seluas 378 hektar. Saat ditanya Ia hanya menerka-nerka, bahkan dirinya menyebut ada ‘rahasia’ di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PTPN III Kebun Aek Nabara Utara (Kanau).
“Kalau nilai kontraknya ada, dikontrak, pasti ada, M, gitulah kurasa anggarannya, tapi itu rahasia perusahaan,” sebutnya.
Ketika dipertanyakan kembali, dalam pekerjaan Konversi yang sedang berlangsung, pihak PTPN sejauh mana tingkat pengawasan yang dilakukan PTPN?.
“Kalau dari kami, pengawasan seperti berapa jarak yang akan ditanam baru, kalau soal lain tidak kami campuri,” bilang Aryo.
Terpisah, Atiam selaku rekanan atau kontraktor ketika dikonfirmasi Rabu, (15/11/2023) lewat panggilan suara whatsApp dalam keadaan aktif (berdering) begitu juga chat whatsApp terlihat ceklis 2 (dua) sampai berita ini dikirim ke redaksi tak kunjung menjawab. Sementara Kelvin yang juga disebut sebagai kontraktor belum dapat dikonfirmasi. (psc)






