Ramai-ramai Mantan Pemimpin Negara Turun Gunung di Pilpres 2024: Megawati, SBY hingga JK

PORTALSWARA.COM — Ramainya arena politik Indonesia semakin memanas menjelang Pemilu Presiden 2024 dengan turunnya tiga mantan pemimpin negara. Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI, bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 RI, dan Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-8 dan ke-10 RI, secara terbuka menyatakan dukungan untuk pasangan calon tertentu.

Demi memastikan kemenangan, ketiga mantan pemimpin negara ini tidak hanya memberikan dukungan verbal, tetapi juga terjun langsung dalam kampanye untuk pasangan pilihannya.

Megawati, sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, memimpin dengan menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden.

Seruan pemenangan dari Megawati terdengar jelas dalam berbagai pidatonya, termasuk di acara perayaan Hari Ulang Tahun PDI-P. Bahkan, Megawati turun langsung ke lapangan, seperti dalam kampanye terbuka di Bandung, memberikan energi positif untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud.

“Jadi insya Allah kita akan menang satu putaran, siap?” seru Megawati membakar semangat kader dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDI-P yang digelar di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Rabu (10/01/2024).

SBY, sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, memberikan dukungan kuat kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam konsolidasi pemenangan Partai Demokrat, SBY menyatakan dukungannya dan menginstruksikan jajaran partainya untuk memenangkan pasangan tersebut.

“Inilah dukungan saya, my endorsement kepada beliau,” ucapnya.

Jusuf Kalla, tak ketinggalan, mengumumkan dukungan untuk Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Ia menggambarkan Anies sebagai muridnya di politik dan turun langsung dalam kampanye untuk memperkuat dukungan.

“Boleh dibilang saya mengajarkan politik Anies dulu di Universitas Paramadina tiap Jumat kita makan siang sama-sama. Dan saya memberikan mereka isu-isu dan pengalaman politik tiap Jumat,” ucap JK.

Baca Juga :  Peluang Duet Anies-RK Terbuka Pasca Paloh dan Airlangga Bertemu

Pengamat politik Adi Prayitno menekankan bahwa daya tarik pilpres sebenarnya terletak pada figur capres dan cawapres. Meskipun dukungan mantan pemimpin negara dapat memperkuat mesin politik, Adi menyatakan bahwa figur capres dan cawapres tetap menjadi faktor utama dalam perebutan kursi kekuasaan.

“Mantan presiden dan wapres sebatas penopang mesin politik untuk memperkuat dan menyolidkan mesin politik. Tapi bukan faktor utama, ia hanya komplementer,” kata Adi, Selasa (23/1/2024).

Melansir kompas.com, Kamis (25/01/2024), dengan demikian, dukungan dari Megawati, SBY dan Jusuf Kalla, sementara signifikan, tetap tergantung pada daya tarik dan kualitas pasangan calon yang mereka dukung. Seiring berjalannya waktu, pertarungan pilpres 2024 semakin menarik perhatian, menandai peran penting mantan pemimpin negara dalam dinamika politik Indonesia. (psc)