PORTALSWARA.COM — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Pasaribu, menegaskan komitmen Pemkab Tapsel dalam menjadikan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) sebagai instrumen utama di sektor pangan dan gizi.
Dalam rapat pembahasan RAD-PG Tahun 2023-2026, Bupati Dolly menyampaikan pentingnya memperkuat ketahanan pangan, kemandirian, dan keamanan pangan sesuai amanat UU No.18 tahun 2012.
Bupati Dolly menjelaskan bahwa capaian ketahanan pangan melibatkan aspek jumlah dan mutu pangan yang cukup, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau. Komitmen Pemkab Tapsel juga mencakup peningkatan koordinasi antara SKPD terkait, serta pembangunan platform informasi untuk akses kebijakan, praktik pertanian dan program gizi.
“Undang-undang pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat tentang pentingnya pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity), kemandirian pangan (food resilience) dan keamanan pangan (food safety),” terangnya, Kamis (07/03/2024).
Selain itu, Pemkab Tapsel akan memanfaatkan teknologi informasi, termasuk Sistem Informasi Geografis (GIS), dalam manajemen pertanian dan distribusi pangan. Dolly menekankan perlunya penanganan stunting dengan kerjasama dinas terkait.
Pada Harganas ke-30 tingkat Provinsi Sumut tahun 2023, Kabupaten Tapsel meraih juara III pelaksana audit kasus stunting tingkat Provinsi Sumut dan terbaik III kategori laporan narasi tim percepatan penurunan stunting semester I. Meski demikian, Bupati Dolly menegaskan bahwa target Tapsel adalah menciptakan anak-anak sehat tanpa stunting.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Tarsudi, menambahkan bahwa RAD-PG sebagai dokumen perencanaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Aspek gizi menjadi fokus utama, dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan seimbang dan bergizi melalui program pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi. (psc)









