PORTALSWARA.COM — Vietnam dikejutkan oleh kasus korupsi terbesar dalam sejarahnya, dengan nilai mencapai Rp200,7 triliun. Chairwoman perusahaan properti Van Thinh Phat Group, Truong My Lan, yang merupakan otak di balik kasus ini, kini dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah atas sejumlah tuduhan termasuk penggelapan dan penyuapan.
Truong My Lan, di ratu properti, diketahui secara ilegal mengendalikan Saigon Commercial Bank (SCB) selama 2012-2022, untuk menarik dana melalui ribuan perusahaan ‘hantu’ serta menyuap pejabat pemerintah. Jaksa menyebut aset yang dirampas Lan setara dengan 3% dari produk domestik bruto Vietnam pada tahun 2022.
“Dalam keputusasaan saya, saya memikirkan kematian,” ucap Truong My Lan, dikutip dari Aljazeera, Jumat (12/04/2024).
Meski Lan membantah tuduhan tersebut dan menyalahkan bawahannya, pengadilan memutuskan hukuman mati mengingat keseriusan tindakannya. Kasus ini juga menyeret 86 orang lainnya, termasuk suaminya Eric Chu Nap-Kee dan keponakannya, Truong Hue Van, CEO Van Thinh Phat.
Tindakan Lan tidak hanya merugikan individu dan organisasi, tetapi juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Para pengamat menyebut keluarga Lan, meskipun kaya raya, sangat tertutup dan sedikit yang diketahui tentang bagaimana mereka memperoleh kekayaan tersebut.
Melansir detiknews, Sabtu (13/04/2024), kasus ini telah menjadi sorotan internasional sebagai salah satu kejahatan finansial terbesar di Vietnam dan dunia. (psc)








