PORTALSWARA.COM — Sebuah kejadian tragis mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara, ketika seorang pria, Gilang Prasetya (21 tahun), secara fatal menusuk abang tiri, Panji Satria (33 tahun), menggunakan gunting hingga menyebabkan kematian. Insiden mengerikan ini ternyata dipicu oleh perselisihan terkait pengaturan lalu lintas di wilayah tersebut.
Menurut Kapolsek Helvetia, Kompol Alex Piliang, kedua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut dikenal sebagai “Pak Ogah” atau orang yang biasa mengatur lalu lintas di persimpangan. Konflik meletus ketika terjadi ketidaksepakatan antara keduanya terkait pengaturan jalan.
“Pemicunya adalah ketegangan antara abang dan adik ini terkait pengaturan lalu lintas,” ungkap Alex, Senin (06/05/2024).
Sebelumnya, Gilang Prasetya berhasil diamankan oleh pihak berwenang setelah melarikan diri selama lebih dari seminggu, dan ia menyerahkan diri kepada polisi ketika berada di Kota Bogor. Alex Piliang menjelaskan bahwa pelaku melakukan penyerangan terhadap abang tiri, pada Senin, sekitar pukul 19.00 WIB.
“Pelaku menusuk leher abang tirinya dengan gunting. Korban kemudian meninggal dunia di RS Hermina, dan sejak saat itu pelaku melarikan diri keluar kota,” tambahnya.
Alex menceritakan bahwa saat peristiwa terjadi, pelaku sedang bertugas mengatur lalu lintas di depan RS Hermina, namun korban meminta pelaku untuk pergi dari tempat tersebut karena ingin mengambil alih tugas tersebut. Perseteruan pun tak terhindarkan.
“Pelaku menolak karena mengaku baru saja tiba dan belum mendapatkan bayaran. Ini yang memicu pertengkaran di antara keduanya,” jelas Alex.
Merasa marah, korban mencoba menusuk pelaku dengan pisau dari penjual bubur ayam di sekitar, namun pelaku berhasil menghindar. Kemudian, pelaku melarikan diri ke warung bakso untuk mengambil gunting dan kembali menyerang korban, kali ini dengan tragis.
Akibatnya, korban berlari ke RS Hermina untuk meminta pertolongan medis, sementara pelaku kabur ke luar kota. Setelah mengetahui bahwa korban meninggal dunia, pelaku melanjutkan pelariannya ke beberapa kota sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi di Kota Bogor.
“Kami segera berkoordinasi dan menjemput pelaku untuk diproses hukum di Kota Medan,” pungkas Alex. (psc)












