PORTALSWARA.COM — Berhenti menganggap anak pihak yang paling bersalah dan tidak fokus pada aspek akademis semata, merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki pola asuh pada anak.
Demikian disampaikan Praktisi Parenting Founder Roemah Emak Indonesia, Emak Safithrie Sutrisno, Pemateri Seminar Parenting di SDS Muhammadiyah 08 Jalan Santun Medan, Minggu (04/08/2024).
Dalam Seminar Parenting bertema Mendidik Anak dengan Hati di Era Digital dan Menjadi Sahabat Terbaik Anak tersebut, Safithrie mengatakan, memperbaiki pola asuh pada anak bisa juga dilakukan dengan mengevaluasi diri, menyadari kesalahan-kesalahan dalam mengasuh.

Kemudian, katanya, persiapkan anak untuk menjadi dewasa, memiliki thinking skill dan life skill yang baik.
“Kerjasama dengan pasangan atau dual parenting, mengajak ayah duduk bersama, minta untuk menyediakan waktu minimal 30 menit per hari. Tapi kalau tidak bisa, ibu-ibu tetap sabar, karena hadiahnya surga bukan rice cooker,” kelakar Safithrie di hadapan puluhan orangtua murid dan guru-guru SDS Muhammadiyah 08 Medan.
Menurut Safithrie, beberapa kelalaian orangtua dalam mendidik anak, di antaranya, tidak punya cukup waktu bersama anak, gagal paham memperlihatkan cinta dan kasih sayang dan kurang mengajarkan agama.
“Ini biasanya dilakukan oleh orang lain, guru atau ustadz. Juga kurang memahami bahaya teknologi dan tidak memberikan perhatian yang dibutuhkan anak,” urainya.
Dalam Seminar Parenting yang juga diikuti Kepala SDS Muhammadiyah 08 Medan, Noni Risnawelli MPd tersebut, Safithrie juga menegaskan agar menghormati dan mendidik anak-anak. Karena, katanya, Allah SWT memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti padanya.

Mengutip salah satu Hadis Riwayat (HR) Abu Daud, Safithrie mengisahkan, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, bagaimana cara membantu anaknya sehingga ia dapat berbakti kepadanya.
“Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya,” terang Safithrie mengutip Hadis Riwayat Abu Daud tersebut. (psc)






