PORTALSWARA.COM — Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke Yayasan Pendidikan Riad Madani, Selasa (16/09/2025). Program JMS bertema Pencegahan Penyalahgunaa Narkoba di Kalangan Pelajar dan Cyberbulling Melalui Media Sosial tersebut, dihadiri seratusan siswa SMP YP Road Madani.
Plh Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut, M Husairi SH MH melalui Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejatisu, mengajak dengan pendekatan kalangan pelajar di sekolah agar jangan sampai terjebak atau terjerumus dalam penggunaan narkoba. Karena dampak buruk penggunaan narkoba akan merusak dan menghancurkan harapan dan cita cita keluarga.
Selain itu, katanya, saat ini sudah semakin banyak anak usia sekolah yang kegandrungan atau kecanduan menggunakan media sosial, akibat mudahnya akses internet kapan dan dimanapun. Sehingga diingatkan kepada para siswa, agar menjaga iman dan taqwa.
“Serta tetap beretika sopan santun kepada orangtua, guru maupun teman sesama siswa,” urainya, yang disampaikan menggunakan alat peraga berupa roda putar berisi 12 permasalahan hukum. Sehingga menambah antusias para pelajar di sekolah itu.
Sejalan dengan itu, Ketua Yayasan Pendidikan Riad Madani, Dra Hj Sukmawaty Nasution, bersama guru dan tenaga pengajar, menyampaikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas kepedulian terhadap kondisi dan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Khususnya kepada Yayasan Pendidikan Riad Madani.
Terpisah, Husairi mengungkapkan, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah sebagai bagian dari penyuluhan hukum yang menyasar anak usia sekolah. Harapannya, agar mereka dapat memahami tentang bahaya narkoba dan kerusakan moral, akibat kesalahan penggunaan media sosial saat ini.
“Sejalan dengan dinamika perkembangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya anak usia sekolah saat ini, kita mendorong agar proses pembelajaran di lingkungan sekolah mengingatkan para pelajar untuk meningkatkan iman dan taqwa. Sehingga mampu membendung arus perkembangan zaman yang berdampak buruk apabila tidak hati-hati,” tutup Husairi. (bees/psc)






