PORTALSWARA.COM — Beras Bulog di Pasar Besar Kota Malang pekan lalu sempat terpantau kosong. Padahal beras Bulog disebut-sebut sedang diminati masyarakat.
Seorang pedagang sembako, Afi Rizkia mengungkapkan, beras Bulog kini banyak diburu oleh masyarakat karena kualitasnya yang baik dan harga terjangkau. Sementara keberadaannya, beras Bulog di Pasar Besar Malang mengalami kelangkaan.
Karena itu, Afi menyayangkan, stok beras Bulog yang sedang diincar masyarakat justru kosong karena tak ada yang menyuplai.
“Sekarang, beras Bulog agak kosong, peminatnya sudah mulai ada, tapi masih kosong sekarang. Harganya Rp47.000, kalau beras yang biasanya itu harganya di atas Rp60.000,” kata Afi, kemarin.
Menurutnya, tak sedikit pembeli yang langsung bertanya ketersediaan beras Bulog. Afi menilai beras Bulog jadi alternatif karena harga yang terjangkau di tengah ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
“Beras Bulog dibutuhkan, karena sekarang pembeli mau menerima. Dulu tidak mau, karena kualitasnya kurang, sekarang peminatnya banyak. Stok beras Bulog saya habis sejak akhir Desember 2022. Peminatnya banyak sekali untuk beras Bulog,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera membuat kebijakan mengedarkan kembali beras Bulog. Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Malang, Efrat Chandra mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari Bulog pusat terkait program KPSH atau Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga.
Melansir Kompas.com, Rabu (11/01/2023), program tersebut pada tahun 2022 sudah berakhir tanggal 27 Desember lalu. Sehingga, Bulog Malang sementara waktu belum bisa memasok beras ke pasar-pasar di Kota Malang.
“Kami sedang menunggu instruksi lebih lanjut dari kantor pusat terkait program lanjutan tersebut tahun ini (2023). Kami berharap secepatnya supaya bisa kami pasok, biasanya program ini setiap tahun ada dan mulainya awal tahun, dengan bekerjasama bersama Diskoperindag Kota Malang,” kata Efrat.
Selama tahun 2022 lalu, Bulog Malang telah menggelontorkan sebanyak 175 ton beras ke pasar-pasar di Kota Malang. Untuk harga yang dijual kepada pedagang, beras KPSH kemasan medium 5 kilogram yakni Rp 43.000. Atau, dengan hitungan harga beras eceran setiap kilogramnya yakni Rp8.600.
Pihaknya memahami, bahwa dalam periode Januari dan Februari 2023 diprediksi harga beras pada umumnya masih tinggi karena belum memasuki masa panen.
Sehingga masyarakat memiliki kecenderungan untuk mencari beras Bulog yang jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah dengan beras pada umumnya.
“Karena momen Januari sama Februari ini harga beras pada umumnya masih tinggi, karena belum panen, maka program itu bisa untuk stabilisasi harga,” katanya. (psc)











