PORTALSWARA.COM — Sejumlah SMA dan SMK di Kota Medan diduga dipaksa oknum pejabat di Dinas Pendidikan Sumut untuk membeli buku dan mesin fogging.
Dugaan pemaksaan ini berkenaan dengan indikasi ‘proyek gaib’ oknum pejabat Disdik Sumut demi meraup keuntungan pribadi.
Melansir tribunmedan.com, Kamis (02/03/2023), oknum di Disdik Sumut itu meminta kepada seluruh sekolah untuk membelinya dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Anehnya, terkait itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Asren Nasution, ketika dikonfirmasi tak mau memberikan keterangan.
Begitu juga dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Mudianto, tak mau menjawab.
Sementara itu, seorang sumber yang mengelola sekolah swasta mengatakan, mereka, sejumlah SMA dan SMK dipaksa membeli buku dan mesin fogging dengan harga ‘selangit’.
“Dengan harga yang berkali lipat dari harga normal. Padahal sekolah tidak membutuhkan barang-barang tersebut. Tak ada sekolah yang berani melawan,” kata sumber, Selasa (28/02/2023).
Sumber mengatakan, jika ada sekolah yang berani protes, maka oknum pejabat Disdik Sumut itu tidak akan menyetujui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Karena itu, seluruh pengelola sekolah negeri dan swasta takut untuk membantah usulan yang tidak masuk akal dari Dinas Pendidikan Sumut ini.
“Bahkan, protes saja dibantah langsung. RKAS tidak akan ditandatangani jika tidak memasukkan item barang titipan yang dimaksud,” ucapnya.
Sumber mengatakan, sebagian sekolah diminta untuk membuat surat pernyataan, bahwa membutuhkan barang-barang yang diminta oleh Kepala Dinas Asren Nasution.
“Padahal sekolah tidak membutuhkan, karena masing-masing sekoah sudah memiliki mesin fogging,” jelasnya.
Sumber juga mengatakan, ada beberapa sekolah yang membeli buku tapi tidak dipergunakan, lantaran ancaman tersebut.
Buku yang sudah dibeli itu kini disimpan di gudang, karena tidak layak dipergunakan untuk tahun ajaran baru. (psc)






