PORTALSWARA.COM — Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 200508 Sihitang Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara usir wartawan. Aksi Kepala SD Negeri Erlina Ritonga Spd tersebut dipicu dengan dugaan pelecehan yang terjadi di sekolah.
Informasi dihimpun wartawan portalswara.com, Rabu (08/03/2023), salah satu orang tua siswa SDN 200508 Sihitang yang juga terduga korban pelecehan, menceritakan perihal yang dialami anaknya tersebut. Prilaku dugaan pelecehan terjadi di lingkungan sekolah. Bahkan pada jam belajar.
Terkait ini, sekira jam 11.00 WIB, beberapa awak media hendak konfirmasi ke sekolah tersebut. Sayangnya, wartawan mendapat sambutan kurang harmonis dan sikap arogansi dari kepala sekolah.
Erlina tidak hanya mengusir, tetapi juga memaki – maki, dengan menyebutkan bekingnya, polisi, tentara dan nama salah seorang wartawan di Kota Padangsidimpuan.
“Kalian (wartawan) tidak berhak mengkonfirmasi saya. Karena saya punya pimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan dan kalian tidak berhak pergi ke Dinas Pendidikan untuk konfirmasi terkait masalah pelecehan ini. Ingat apabila kalian pergi ke dinas pendidikan saya akan tuntut kalian,” ucap Erlina kepada wartawan.
Kejadian pelecehan seksual ini, kata orangtua siswa, terungkap pada hari Sabtu 04 Maret 2023.
Menurut beberapa orang tua korban, korban pelecehan seksual itu ada sebanyak 11 siswa. Satu siswa pria dan sepuluh murid perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Dan pelakunya diduga diketahui 3 siswa laki-laki.
“Saya akan tuntut pelaku dengan seberat-beratnya dan tak lepas juga pihak sekolah harus bertanggung jawab. Karena kejadian ini terjadi di sekolah dan pada jam pelajaran sekolah, dimana semua guru sekola,” kata orang tua korban.
Harapannya, kata dia, pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku. Kemudian pelaku dikeluarkan dari sekolah dan sekolah juga diharapkan untuk memperbaiki kinerja guru-guru di sekolah tersebut.
“Karena kasus ini mencoreng dunia pendidikan di Kota Padangsidempuan,” ucap salah satu orang tua korban yang tak mau disebutkan namanya.
Hingga berita ini tayang, pihak sekolah khusunya kepala sekolah tidak mau di konfirmasi. (psc)







