Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Bawaslu Masih Tangani 279 dari 531 Temuan Pelanggaran Pemilu 2024

PORTALSWARA.COM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menerima sebanyak 2.264 laporan atau temuan pelanggaran Pemilu 2024. Dari jumlah tersebut, 531 laporan atau temuan telah teridentifikasi, sementara 279 laporan masih dalam proses penanganan.

“Dari 1.193 laporan atau temuan yang diregistrasi oleh Bawaslu, terdapat 531 laporan atau temuan atau 44,51% merupakan pelanggaran Pemilu, 386 laporan atau 32,36% merupakan bukan pelanggaran Pemilu dan 279 laporanĀ  atau 23,39% merupakan laporan yang masih dalam status proses penanganan,” tulis Bawaslu RI dalam keterangannya dikutip Minggu (08/04/2024).

Mayoritas temuan berasal dari laporan masyarakat dan pengawas Pemilu, dengan persentase tertinggi terdiri dari pelanggaran administrasi Pemilu dan kode etik penyelenggara. Pelanggaran administrasi mencakup rekruitmen penyelenggara ad hoc yang tidak sesuai prosedur dan kampanye diluar masa yang ditentukan.

Sementara kode etik penyelenggara melibatkan ketidakprofesionalan dalam perekrutan dan netralitas yang dipertanyakan.

Dalam hal pelanggaran pidana, sebagian besar ditemukan melanggar ketentuan Pasal 521 UU 7/2017, disusul oleh Pasal 523 ayat (1) dan Pasal 520. Sedangkan pelanggaran hukum lainnya seringkali berkaitan dengan netralitas aparatur sipil, kepala desa, dan perangkat desa.

Melansir detiknews, Senin (08/04/2024), Bawaslu RI mencatat upaya penanganan terhadap temuan ini tetap berlanjut, menegaskan komitmen mereka dalam memastikan integritas dan keadilan dalam proses Pemilu. (psc)

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024 SBY-JK-Paloh Rutin Bertemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *