Debat Kedua Calon Walikota, Ketua KPU Mutia Atiqah: Tema Penting Terkait Keberadaan Kota Medan

PORTALSWARA.COM — Tema “Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah Kota Medan” dalam debat kedua calon Walikota Medan, dianggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan penting terkait keberadaan Kota Medan dan segala dinamikanya.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Medan Mutia Atiqah saat membuka debat kedua calon Walikota Medan, Sabtu (16/11/2024) malam, di Hotel Grand Mercure Medan.

“Tema ini adalah tema yang kami anggap penting terkait dengan keberadaan Kota Medan dan semua dinamika suasana yang ada di Kota Medan. Sama sering kita cermati persoalan-persoalan yang ada di Kota Medan apakah ini nantinya akan menjadi perhatian bagi para paslon 1, paslon 2 dan paslon 3,” ungkap Mutia.

Menurut Mutia, perbedaan dari debat pertama calon Walikota Medan, pihaknya, KPU Kota Medan beserta panelis sudah melakukan rapat koordinasi awal terkait dengan tema tersebut.

“Dari hasil rapat koordinasi awal kami bahwa ternyata tidak dibutuhkan sub tema, perbedaannya hanya di sub tema. Tetapi kali ini akan lebih menyenangkan dan lebih seru lagi dengan tema, bahwa meningkatkan pelayanan masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah Kota Medan,” sebut Mutia.

Dalam kesempatan itu, Mutia juga mengatakan, Pilkada nantinya akan berlangsung tinggal 11 hari lagi. Tentunya KPU Kota Medan sudah sangat bersiap untuk menyelenggarakan Pilkada 2024 pemilihan walikota. Dan segala sesuatunya sudah 99%. Baik dari logistik, kesiapan SDM dan juga alat-alat pencoblosan persiapan di TPS.

“Maka dalam waktu 11 hari lagi dalam pencoblosan 27 November 2024, KPU Kota Medan sangat berharap agar suasana kondusif. Seperti yang telah kita jalani sejak kami meluncurkan tahapan Pilkada pada waktu bulan Juli lalu hingga sekarang di bulan November 11 hari menjelang pencoblosan masih terus kondusif.” harapnya.

Baca Juga :  3 Ketum Koalisi Perubahan Sepakati Cawapres Pilihan Anies

Mutia juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Polrestabes Medan dan Kodim 0201 Medan, yang selalu mendukung dan turut serta ikut menjaga iklim kondusif Pilkada 2024.

Panelis debat kedua calon Walikota Medan, di antaranya, Prof DR Marihot Manulang (Guru Besar Universitas UPMI), Assoc Prof Dr zainuddin SH MH (Wakil Dekan FH UMSU), Maslatif Dwi Purnomo MHum PhD (Dosen UINSU), DR Sri Asih Marbun (Dosen Universitas Prima) dan Hendra Kurnia Pulungan SSos MI Kom (Dosen Unimed).

Juga hadir kaum Disabilitas dari Persatuan Tunanetra Indonesia (PTI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

Warga Tetap Sehat

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan nomor urut 2, Ridha Darmajaya – Abdul Rani, berharap warga Kota Medan tetap sehat. Sehingga dalam pelayanan kesehatan di Kota Medan, tidak perlu menunggu warga untuk sakit.

Saat menyampaikan visi misinya, paslon nomor urut 2 ini, menyebutkan, seringkali melihat tulisan “Life Vest Under Your Seat” saat memasuki pesawat terbang. Life vest atau life jacket atau baju pelampung di bawah kursi, tidak seorangpun berharap untuk memakainya.

“Demikianlah seharusnya kita melihat pelayanan kesehatan di kota kita, tidak menunggu warga untuk sakit. Kita tidak berharap mereka selalu menggunakan UHC karena sakitnya. Yang harus dilakukan untuk menjaga agar warga kita tetap sehat,” ucapnya.

Dikatakannya Puskesmas harus berfungsi dengan baik untuk menjaga masyarakat tidak sakit.  

“Hampir lima tahun ini pemimpin kota ini tidak terlalu peduli pada kemanusiaan, pengangguran yang terus tumbuh, orang sakit terus bertambah. Fasilitas publik sangat tidak layak bagi kelompok difabel untuk beraktivitas. Apakah kita mau terus bertahan seperti ini, tentu saja tidak,” tegasnya.

Birokrasi Responsif Solutif

Pasangan calon Walikota Medan nonor urut 3, H Hidayatullah – HA Yasyer Ridho, mengutip ucapan Presiden Prabowo Subianto, menyebutkan jangan bangga Indonesia masuk dalam negara G20, dengan ekonomi besar, tetapi ternyata masih banyak orang miskin yang ada di Kota Medan.

Baca Juga :  Usulan NasDem Duet Anies dan Puan Diketawain Elite Megawati

“Kota Medan ini kota yang kaya, tapi masih menyisakan kantong kemiskinan 187. 000 orang, menurut statistik BPS. Sudah selayaknya pemerintah hadir memberikan pelayanan dan menyelesaikan permasalahan kemiskinan masyarakat Kota Medan. Kita harus meningkatkan kualitas birokrasi, kita akan bangun dengan pendekatan merit system. Sehingga birokrasi kita menjadi birokrasi yang responsif dan solutif atas segala permasalahan,” ujarnya.

Kualitas Pelayanan Publik

Sementara, pasangan calon Walikota Medan nomor urut 1, Rico Tri Putra Bayu Waas – H Zakiyuddin Harahap akan melakukan tata kelola pemerintahan yang baik, dapat dilihat dari kualitas pelayanan publiknya. Kualitas layanan publik semakin baik, maka daya saing suatu daerah juga akan semakin baik.

“Pemimpin atau walikota terus berganti, tetapi tugas utama pemerintahan khususnya Kota Medan, tetap kompleks dan penuh tantangan. Masalah kemiskinan, pengangguran, banjir, macet, infrastruktur dan pelayanan publik merupakan hal utama yang harus menjadi prioritas Pemerintah Kota Medan,” ungkap Rico. (psc)