Jalan Alternatif Medan-Berastagi Sepanjang 9,75 Km Rampung

PORTALSWARA.COM — Jalan alternatif Medan-Berastagi sepanjang 9,75 Km via Kutalimbaru telah selesai diperbaiki dan dibangun. Jalur sepanjang 9,75 Km yang telah rampung dibangun berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara (Sumut) masih dalam proses pembangunan membuka jalan baru di Dusun Tanduk Benua, dilokasi ini terdapat tanjakan yang sangat curam.

“Ini kita bangun untuk truk pengangkut logistik karena 60% logistik pangan kita dari Tanah Karo, sehingga bisa memotong cost (biaya) distribusi, makanya jalan ini harus kuat benar,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau jalan alternatif Medan-Berastagi, Selasa (11/04/2023).

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, total jalur alternatif ini sekitar 55,87 Km, lebih pendek dari jalur utama (jalan nasional) 76 Km. Selain itu, jalur ini juga lebih landai dari jalan nasional, sehingga akan mempercepat waktu tempuh antara Medan-Berastagi.

“Kalau ini bisa tembus tiga jam saja, kalau sekarang (menggunakan jalan utama) bisa delapan jam, berapa bisa kita potong cost-nya, harga buah-buahan, sayuran dari Karo akan lebih murah,” kata Edy.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sumut Bambang Pardede, mengatakan pembangunan jalan ini memakan biaya yang tidak sedikit. Ini karena beberapa ruasnya harus dibangun kembali karena jalur yang ada terlalu curam.

“Untuk proyek ruas ini saja sepanjang 21 Km nilainya mencapai Rp75 miliar, karena sebagian kita harus membuka jalan dan saat ini pembangunan yang sedang berjalan, masih sampai Bumi Perkemahan Sibolangit,” kata Bambang.

Kepala Desa Suka Makmur Bahtiar Ginting sangat bersyukur jalan di desanya telah dibangun dan diperbaiki. Namun, dia berharap agar tanah di desanya bisa disertifikasi, karena saat ini sebagian besar kawasan desanya merupakan kawasan hutan.

Baca Juga :  Rico-Zaki Ingin Sampah Ke Depan Didaur Ulang Jadi Sesuatu yang Berguna

“Saya mewakili rakyat di sini sangat berterima kasih karena jalan di desa kami sudah sangat bagus walau belum seluruhnya selesai, ini berpengaruh besar pada aktivitas warga kami, tetapi kami mohon agar tanah kami disertifikasi, agar ada kepastian hukum bagi masyarakat,” pungkasnya. (psc)