PORTALSWARA.COM — Jembatan Sei Wampu memangkas jarak Binjai-Pangkalan Brandan hanya 48 menit. Hutama Karya segera mengoperasikan jembatan ini pada Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan Ruas Binjai-Langsa. Dan jembatan ini telah dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF).
Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya, Tjahjo Purnomo, ULF Jembatan Sei Wampu berjalan lancar. Uji beban jembatan yang dilakukan meliputi uji beban dinamis dan uji beban statis.
“Uji dinamis dilakukan dengan dua metode yakni metode impuls (menggunakan lebih kurang 20 truk dan alat uji exciter) serta ambient dan dilakukan dua kali, yakni uji dinamis awal dan uji dinamis akhir. Sementara, uji dinamis awal dilakukan sebelum uji beban statis sedangkan dinamis akhir dilakukan setelah uji beban statis,” ungkap Tjahjo, Kamis (31/08/2023).
Tjahjo menyebutkan uji beban statis dilakukan dengan tiga skema, yakni penilaian lendutan maksimum dengan bentang utama, penilaian regangan maksimum pada momen lentur negatif, dan penilaian rotasi yang dihasilkan dari pembebanan asimetris.
Adapun saat ini, HKI sedang menunggu hasil ULF dari Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Pembangunan Jembatan Balai Jembatan.
Sampai saat ini, Jembatan Sei Wampu sendiri merupakan jembatan rangka baja menerus terpanjang di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun oleh HKI dan terletak di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Memiliki total bentang 231 meter, dengan main span sepanjang 130 meter tanpa pilar di tengahnya, jembatan yang termasuk dalam tipe continuous truss bridge ini memiliki rangka baja berwarna merah, yang berpotensi menjadi ikon baru JTTS di Sumatra Utara.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur, Selo Tjahjono menyebutkan bahwa kegiatan ULF dilakukan untuk menguji hasil konstruksi HKI terhadap spesifikasi dan persyaratan desain yang sudah mendapatkan persetujuan dan sertifikasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
Melansir detik.com, Jumat (01/09/2023), selain itu, ULF jembatan juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung konektivitas Jalan Tol Binjai- Pangkalan Brandan yang aman dan nyaman.
“Jembatan ini merupakan gambaran kapasitas HKI yang dapat membangun jembatan bentang panjang terpanjang di JTTS. Harapannya, Jembatan Sei Wampu serta Jalan Tol Ruas Binjai Langsa – Seksi Binjai – Pangkalan Brandan dapat menjadi akses mobilitas yang aman dan menjadi akselerator perekonomian di Sumatra Utara,” ujar Selo. (psc)






