PORTALSWARA.COM — Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, melepas lebih dari 6.500 peserta Parade Kebaya Nusantara pada Minggu (21/07/2024) di kawasan Jalan Balai Kota Medan.
“Kebaya adalah identitas wanita Indonesia. Kita harus bangga mengenakannya,” ucap Kahiyang sebelum melepas parade tersebut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk ibu-ibu Forkopimda Sumut dan Medan, Founder of Sri Wahyuni Foundation (SWF) Sri Wahyuni, para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, serta berbagai organisasi dan komunitas perempuan. Kahiyang juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023.
Kahiyang merasa bangga karena acara ini disambut antusias oleh para wanita. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta parade ini, yang pertama kali diselenggarakan di Medan oleh SWF, mencapai 6.500 orang.
“Memang, kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan kebaya,” ucapnya.
Parade Kebaya Nusantara di Medan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk organisasi dan komunitas wanita, guru, pelajar, dan para selegram. Mengenakan kebaya yang dipadukan dengan unsur etnis lokal, mereka mengikuti parade ini dengan penuh semangat.
Para peserta menebar senyum dan melambaikan tangan kepada Kahiyang saat melintas, dan Kahiyang pun membalasnya dengan keramahan. Beberapa peserta berhenti di depan Kahiyang untuk membentuk formasi dan memberi salam hormat. Para selegram juga memanfaatkan momen ini untuk membuat konten terbaru mereka.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai acara, termasuk bazar UMKM dan Lomba Fashion Show Couple. Warga yang tengah berolahraga di kawasan car free day pun tertarik untuk menyaksikan perhelatan tersebut.
Founder SWF, Sri Wahyuni, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution dan TP PKK Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution yang mendukung penuh Parade Kebaya Nusantara 2024 ini. Dia juga berterima kasih kepada Tim Kebaya Nasional yang menunjuk SWF sebagai penyelenggara.
“Sri Wahyuni Foundation menerima dengan antusias penunjukkan itu sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya,” ungkapnya. (psc)






