PORTALSWARA.COM — Ketua Forum Silaturahmi Umat (FSU) Sumut, Ir Suseno Arto WP, mengajak seluruh umat muslim untuk menyambut Idul Adha dengan berkurban. Karena hari tersebut adalah hari istimewa bagi umat Islam untuk dapat berkurban.
Ajakan itu disampaikan Ketua FSU Sumut Suseno saat berbincang-bincang dengan wartawan, Senin (19/06/23), sekaitan akan datangnya Hari Raya Idul Adha 1444 H.
Dikatakannya, Hari Raya Idul Adha merupakan momen yang ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di muka bumi, yang jatuh tanggal 10 Dzulhijjah.
Dijelaskan Suseno, dirinya tidak heran kalau sejak jauh-jauh hari persiapan menyambut hari Raya Idul Adha ini sudah mulai terlihat di berbagai situasi. Seperti banyaknya pedagang hewan kurban yang menjual hewan tersebut untuk dapat dibeli masyarakat. Serta banyaknya masyarakat yang sudah mulai mencari-cari hewan kurban yang terbaik untuk dikurbankan saat Idul Adha nanti.
Selain itu juga mulai terlihat masjid-masjid yang mempersiapkan untuk keperluan penyembelihan hewan kurban. Baik lokasi, sarana dan prasarana yang akan dibutuhkan nantinya.
Menurutnya, berkurban sejatinya merupakan wujud keimanan seorang muslim terhadap Allah SWT. Kurban berasal dari bahasa arab Qurban yang artinya dekat. Selain itu dalam Islam juga disebut Al-udhhiyyah dan Adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan. Seperti unta, sapi (kerbau) dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.
Berkurban hukumnya adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dapat dilaksanakan bagi umat Islam. Bagi mereka yang telah mampu untuk berkurban maka menjadi suatu kewajiban segera menunaikannya. Dan dapat menjadi makruh apabila sengaja meninggalkannya.
“Namun bagi mereka yang belum mampu belum menjadi suatu kewajiban dan keharusan,” terang Suseno.
Lebih jauh dikatakan Suseno, bila dapat mengenang sejarah diperingatinya hari Idul Adha ini, yang mana Nabi Ibrahim AS dalam mimpinya mendapat perintah untuk menyembelih putranya yaitu Ismail, putra yang sangat dicintainya.
Sehingga Nabi Ibrahim AS dihadapkan pada dua pilihan yang sangat berat yaitu antara melaksanakan perintah Allah dari mimpi tersebut dan kehilangan putranya. Atau tidak mengabaikan perintah tersebut dengan catatan tidak melaksanakan perintah Allah.
Karena ketaqwaaannya kepada Allah, akhirnya Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah tersebut dan saat penyembelihan Ismail berlangsung, Allah SWT menggantikannya dengan seekor hewan kurban.
“Subhanallah, begitulah pengorbanan Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah dari Allah SWT,” ucapnya.
Dengan melihat esensi dari peristiwa tersebut, dapat disimpulkan makna dan tujuan dari berkurban ketika hari Idul Adha antara lain yaitu;
Berkurban adalah wujud keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Berkurban adalah ibadah yang disukai oleh Allah SWT. Berkurban dapat mengenang peristiwa ujian Nabi Ibrahim AS.
Berkurban sebagai ibadah umat muslim kepada Allah SWT. Dengan berkurban maka dapat berbagi dengan sesama muslim dan sebagai wujud kasih sayang.
Dengan berkurban dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menguji keikhlasan umat muslim untuk dapat berkurban.
Suseno juga juga menerangkan hewan yang dapat dikurbankan antara lain, yaitu kambing, sapi, kerbau dan unta. Tentunya dengan syarat yaitu binatang tersebut adalah binatang ternak.
Kemudian binatang tersebut telah cukup umur/mencapai umur yang disyariatkan dalam Islam, hewan yang tidak memiliki cacat/aib.
“Hewan yang dikurbankan adalah sah hak milik orang yang akan berkurban. Artinya bukan barang curian dan jelas asal usulnya. Dan waktu menyembelih hewan kurban adalah waktu yang telah ditentukan dalam islam,” ungkap Suseno. (psc)
Ketua FSU Sumut Ir Suseno Arto WP bersama wartawan portalswara.com di kediamanya (portalswara.com/dok)












