PORTALSWARA.COM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj Umroh) Sumut, Dr H Zulkifli Sitorus, menyebutkan, nyawa jemaah haji ada empat.
Pernyataan tersebut disampaikan H Zulkifli Sitorus saat bersama Kakan Kemenhaj Deli Serdang Hj Nurlela dan jajaran panitia lainnya, menyambut kedatangan 360 jamaah haji asal Deli Serdang dan Labuhan Batu Selatan, Sabtu (02/05/2026), di Asrama Haji Medan.
H ulkifli mengatakan, menurut Prof HC Torang Rambe, nyawa jemaah haji ada empat. Pertama, katanya, nyawa yang melekat di badan dan yang bisa mencabutnya hanya Allah SWT melalui Malaikatul maut.
“Kalau kami tak bisa. Kata Allah kalau sudah sampai waktunya, maka ajal tersebut tak bisa dimajukan ataupun dimundurkan barang sedetik pun. Hanya Allah yang bisa melakukannya. Manusia atau kekuatan apapun tak bisa melakukannya,” ungkkap H Zulkifli.
Nyawa kedua, ujar Zulkifli, adalah paspor. Bagi jemaah haji kalau mau bepergian ke luar negeri harus memiliki paspor. Kalau tak ada paspor maka tak dapat masuk ke Arab Saudi Jadi paspor tidak boleh hilang.
“Kalau tinggal maka tinggallah nyawa kita,” ucapnya.
Ketiga, lanjut Zulkifli, nyawa jamaah itu adalah Kartu Nusuq yang baru saja dibagikan. Kartu nusuq adalah nyawa untuk masuk ke tempat-tempat beribadah selama mengerjakan haji. Tempat-tempat yang wajib didatangi jemaah ketika mengerjakan haji.
“Seperti Masjidil Haram, Shafa dan Marwa, Masjid Nabawi, Raudhah, Mina dan Arafah. Haji itu puncaknya adalah Arafah. Tak sah Haji kalau tak ke Arafah. Jadi kartu Nusuq itu tak boleh hilang,” terangnya.
Kartu Nusuk, kata Zulkifli, juga tak boleh dishare di medsos. Ini berbahaya. Sebab di kartu itu ada barcode dan data. Ketika dishare dan diketahui pihak lain, maka data kita bisa diakses dan disalahgunakan.
“Jadi Kartu nusuq jangan diupload di media sosial. Simpan dan jaga dengan baik,” imbuhnya.
Kemudian nyawa ke empat bagi jamaah haji adalah duit atau fulus. Dalam perjalanan haji ini pemerintah memberikan uang living cost sebesar 750 Riyal Arab Saudi.
“Kalau pun bapak ibu jemaah tak bawa duit, tapi yang diberikan pemerintah ada, jangan bapak ibu jemaah tak membawa duit sama sekali,” ingatnya.
Zulkifli juga menekankan agar para jemaah haji Kloter 10 ini tertib, ikut aturan demi jemaah semua, agar sehat selamat dalam beribadah.
“Dan tahun ini jemaah masuk ke pesawat melalui garbarata atau belalai gajah langsung ke pintu pesawat. “Itu adalah inovasi dan pelayanan buat jemaah dari pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah,” tandasnya. (bees/psc)












