Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

Lion Air Dapat Predikat Maskapai Terburuk di Dunia

PORTALSWARA.COM, Jakarta — The 2022 Airline Index atau survei mengenai maskapai terbaik dan terburuk di dunia dirilis Bounce, platform layanan perjalanan. Hasilnya, Wings Air dan Lion Air dapat predikat sebagai maskapai terburuk di dunia.

Daftar peringkat maskapai terburuk tersebut disusun berdasarkan ketepatan jadwal penerbangan dan serta kualitas pelayanan. Tingkat kedatangan tepat waktu dari Lion Air tercatat hanya sekitar 42,27 persen dan tingkat pembatalan yang mencapai 34,43 persen.

Ini berarti makapai ini sering terlambat dan bahkan sepertiga penerbangan Lion Air dibatalkan selama setahun terakhir. Selain itu, Lion Air juga hanya mendapat skor 1 dari 5 untuk penilaian makanan dan hiburan dalam pesawat serta nilai 2 dari 5 untuk kenyamanan kursi dan layanan staf.

Sedangkan Wings air yang juga masuk sebagai salah satu maskapai internasional, memiliki tingkat kedatangan dan pembatalan yang tidak jauh lebih baik dari pada Lion Air Ini sekitar 49,78 persen untuk ketepatan waktu dan 20,63 persen untuk tingkat pembatalan penerbangan. Wings Air juga menerima penilaian yang sama seperti Lion Air untuk makanan, hiburan, kenyamanan dan layanan stafnya.

Menanggapi hal tersebut, melansir Merdeka.com, Senin (21/11/2022), Lion Air Group sebagai maskapai berbiaya hemat (Low Cost Carrier) mengatakan akan melakukan evaluasi secara berkala dalam meningkatkan kualitas layanan penerbangan.

“Lion Air dan Wings Air terus melaksanakan evaluasi kinerja secara berkala sejalan menjalankan perbaikan secara bertahap agar tetap mempermudah aksesibilitas bagi masyarakat, pebisnis dan wisatawan, memperlancar konektivitas antardaerah serta berkontribusi terhadap percepatan perekonomian,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Dia menjelaskan, sebagian maskapai berbiaya rendah, Lion Air dan Wings Air memang salah tidak menyediakan makan dan minuman di pesawat secara gratis. Namun, untuk tetap memberikan rasa kenyamanan dan pengalaman terbang yang menyenangkan, mereka memberikan layanan hiburan gratis pada penumpang di pesawat yang dapat dinikmati melalui aplikasi Tripper yang dapat di unduh di Google Play Store dan Apps store.

Baca Juga :  Sore Hari Ini Kota Medan Diguyur Hujan Ringan

Meski begitu, pihaknya tetap mengucapkan terima kasih atas saran, kritik atau masukan berupa data, catatan serta bentuk lainnya dari berbagai pihak sebagai salah satu rekomendasi dalam mendukung perbaikan layanan dan operasional penerbangan.

Upaya Perbaikan
Danang menyampaikan, Lion Air dan Wings Air terus melakukan upaya perbaikan khususnya terkait pelayanan yang tepat waktu. Ini dapat dilihat dari perkembangan data on time performance (OTP) di mana, Lion Air pada tahun 2019, persentasenya 77,90 persen dan 74,73 persen pada 2020. Kemudian naik menjadi 75,4 8 persen pada 2021 dan pada 2022 mencapai 76,10 persen.

Sedangkan Wings Air juga memiliki pola yang sama, 71,88 pada 2019, 71,29 persen pada 2020. Dan terus meningkat menjadi 73,73 persen pada 2021 dan terakhir pada 2022, persentasenya mencapai 77,19 persen.

“Lion Air dan Wings Air terus berusaha memperbaiki, mempertahankan tingkat ketepatan waktu serta mempersiapkan ke level ketepatan waktu operasional terbaik,” ujarnya.

Dia menyampaikan data OTP diperhitungkan dan dikelola secara bersamaan dan tepat waktu (real time) untuk dianalisis secara internal serta dilaporkan kepada pihak berwenang.

Kemudian, dalam langkah yang ditentukan untuk memperbaiki tingkat ketepatan waktu, Lion Air dan Wings Air juga melaksanakan koordinasi dan komunikasi intensif yang mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

“Lion Air dan Wings Air mengoptimalkan pesawat udara dengan mengelola atau mengatur rotasi pergerakan pesawat yang disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur dan peralatan pendukung, konektivitas rute penerbangan melalui berbagai bandar udara dan lainnya,” lanjutnya.

Strategi Lion Group
Danang menuturkan, berbagai strategi telah diimplementasikan untuk melakukan perbaikan, mulai dari menggunakan sistem terstruktur dan berkesinambungan antara perawatan pesawat, tim operasional yang andal serta keputusan yang cepat guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan yang digunakan untuk mengurai dampak keterlambatan penerbangan.

Baca Juga :  Hujan Sore Hari Mengguyur Kota Medan Berlangsung Hingga Lepas Maghrib

Dia menambahkan, panduan dan prosedur dengan skala prioritas telah ditetapkan untuk mengelola tingkat dan dampak atau gangguan terhadap ketepatan waktu penerbangan sebagai salah satu referensi atau dasar pengambilan keputusan terkait meminimalisir penundaan dan pembatalan lanjutan.

“Kami menyampaikan, apresiasi kepada setiap penumpang atas kontribusi terhadap tingkat ketepatan waktu penerbangan, mulai dari proses check-in hingga tiba di bandar udara tujuan. Hal tersebut menunjang kelancaran operasional,” tutupnya. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *