PORTALSWARA.COM — Seorang pria, Mayjen gadungan, berinsial JJ digelandang petugas kepolisian setelah tertangkap basah mengaku sebagai Mayor Jenderal TNI saat mendatangi Markas Kodam I Bukit Barisan di Kota Medan, Senin (22/04/2024) malam.
Menurut laporan, JJ Mayjen gadungan tersebut, mencoba bertemu dengan Kasdam dengan maksud mengurus masuknya sejumlah kerabatnya ke Akademi Militer (Akmil) dan menjadi Tamtama Angkatan Darat.
Kasdam I BB, curiga dengan kedatangan JJ pada jam yang tidak wajar dan langsung memerintahkan pemeriksaan. Hasilnya, JJ hanya seorang prajurit gadungan. Setelah diserahkan ke pihak kepolisian, terungkap bahwa JJ adalah seorang calo yang menawarkan jaminan lolos masuk Akmil dan Tamtama Angkatan Darat dengan imbalan tertentu.
Kepala Kepolisian Kota Medan, Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun, menjelaskan, JJ bahkan mengubah dokumen identitasnya untuk meyakinkan bahwa dia seorang Mayor Jenderal TNI. Barang bukti yang disita termasuk KTP palsu, SIM A palsu, serta dokumen-dokumen pendaftaran palsu untuk menjadi calon Tamtama PK TNI AD tahun 2024.
“Tersangka (JJ) mendatangi Kodam I Bukit Barisan, tujuan menemui Kasdam untuk mengurus seseorang supaya menjadi Calon Taruna Akmil dan calon tamtama TNI Angkatan Darat,” kata Teddy dalam jumpa pers di Markas Polrestabes Medan, Jumat (26/04/2024).
Atas perbuatannya, JJ dijerat dengan Pasal 263 Ayat (1) dan (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Skandal ini mengingatkan kembali akan praktik kriminal dalam rekrutmen militer yang berpotensi merusak integritas institusi TNI. (psc)






