Pembobol Brankas Isi Emas Rp6 Miliar di Makassar Mengakui Aksi Terencana

PORTALSWARA.COM — Pengakuan mengguncang kasus pencurian pembobol brankas berisi emas senilai Rp6 miliar di Makassar. Ade Rezky (34), Rahman Arsyad (30), dan Asdi (36), komplotan pembobol brankas ini, mengungkapkan bahwa sebelum merusak pintu rumah dosen Unhas, Kastumuni Harto, mereka terlebih dahulu memberi salam.

Menurut Ade Rezky, mereka memantau rumah kosong sebelum menentukan target. “Saya berputar-putar dan mencari rumah kosong di sepanjang Jl Minasa Upa,” ujar Ade saat diinterogasi oleh Resmob Polda Sulsel.

Setelah menemukan rumah korban tanpa jawaban, pelaku mencungkil pintu dan menemukan brankas. Meskipun terlalu berat untuk diangkat, mereka kembali dengan bantuan teman dan berhasil membawa brankas tersebut menggunakan sepeda motor.

Hasil curian melibatkan 27 cincin, 44 gelang, 17 Bros, serta barang berharga lainnya. Tim Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan sejumlah barang bukti termasuk brangkas, obeng, dan linggis.

Melansir tribun-timur.com, Minggu (18/02/2024), Dosen Universitas Hasanuddin, Kastumuni Harto, menjadi korban yang merugi hingga Rp6 miliar. Lima orang, termasuk tiga pelaku utama, berhasil ditangkap dalam operasi Resmob Polda Sulsel. Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan rumah dan pemberantasan kejahatan. (psc)

Baca Juga :  Kapoldasu dan Pangdam I/BB Pimpin Operasi Perburuan Ladang Ganja Terluas di Pulau Sumatera