PORTALSWARA.COM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Dr Iswar Lubis SSiT MT menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Medan komit terus meningkatkan pelayanan transportasi bagi warga Kota Medan, dengan segera meluncurkan 60 unit armada Bus Listrik BRT yang akan beroperasi di enam koridor di Kota Medan.
Bus listrik BRT ini merupakan bagian dari program Massal Transportasi Bus Rapid Transit (MASTRAN BRT) yang telah diluncurkan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada April 2024. Diharapkan, Bus BRT Kota Medan akan mulai beroperasi pada Agustus tahun ini.
“Sesuai komitmen Bapak Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, Pemko Medan akan terus membenahi sistem transportasi di Kota Medan. Pak Wali berkomitmen ingin memberikan transportasi massal modern yang aman dan nyaman kepada warga Kota Medan sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital saat ini,” ucap Iswar Lubis, Minggu (26/05/2024).
Sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan kenyamanan transportasi, Dishub Medan tidak hanya memilih operator yang mampu menyediakan armada bus listrik canggih sesuai spesifikasi Pemko Medan. Dishub Medan juga memastikan bahwa para pengemudi Bus Listrik BRT Kota Medan harus bersertifikasi. Sertifikasi yang dimaksud adalah Sertifikasi Pengemudi Angkutan Umum (SPAU).
“Pengemudi Bus Listrik BRT Kota Medan wajib bersertifikasi. SPAU ini akan kita jadikan salah satu persyaratan utama, tentunya selain syarat-syarat lainnya seperti tidak menggunakan narkoba dan lain-lain. Bagi kita, keberadaan bus listrik berteknologi tinggi itu sangat penting, tapi SDM yang dipekerjakan untuk mengoperasikannya juga tidak kalah penting. Ini bentuk komitmen kita yang ingin menghadirkan transportasi modern yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” tegas Iswar.
Iswar juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melelang program Mastran BRT tersebut pada awal Juni mendatang melalui sistem e-Katalog. Dia berharap para operator lokal di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, dapat mengupgrade diri agar mampu memenuhi persyaratan lelang.
“Lelang akan kita buka di awal Juni. Bila teman-teman operator lokal mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam proses lelang tersebut, tentu kita akan memprioritaskannya. Tapi kita tegaskan, bila (operator lokal) tidak mampu memenuhi persyaratan yang ada, maka kita akan memilih operator yang paling siap untuk mengelola Bus BRT Kota Medan, sebab kita ingin memberikan pelayanan terbaik untuk warga Kota Medan,” ujarnya.
Selain itu, Iswar berharap agar para operator lokal dapat mendorong para pengemudi angkutan umum di Kota Medan untuk menjadi pengemudi BRT Kota Medan.
“Kita berharap para operator lokal bisa mempersiapkan para pengemudi terbaiknya untuk menjadi pengemudi BRT. Oleh sebab itu, para operator lokal juga wajib menyiapkan pengemudi yang telah bersertifikasi,” pungkasnya.
Adapun enam koridor Bus Listrik BRT Kota Medan yang akan beroperasi pada Agustus 2024 adalah koridor Lapangan Merdeka – Terminal Amplas, Lapangan Merdeka – Terminal Pinangbaris, Lapangan Merdeka – Belawan, Lapangan Merdeka – Tuntungan, Lapangan Merdeka – Tembung, dan J-City – Lapangan Merdeka. (psc)






