Breaking News
Kaesang Terseret Dalam Pusaran Kasus Korupsi PT Timah I Persidangan MK Selesai, Kecurangan Pilpres 2024 Belum Tuntas Terungkap I Kebakaran di YLBHI Jakarta, Satu Anggota Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia I Bawaslu Segera Rekrut Pengawas Ad Hoc Pilkada 2024 I Wali Kota Bobby Berbagi Kebahagiaan Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran I MUI Ingatkan Jemaah Aolia soal Menentukan Lebaran Lewat Telepon Allah
banner 600x300

Petani Tak Mau Jual Beras Murah ke Bulog

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Petani tak mau jual beras ke Perum Bulog karena tren harga pasar saat ini telah tinggi,llebih dari harga beli Bulog Rp9.700 per kilogram (kg).

Menurut Direktur Serealia Kementerian Pertanian, Ismail Wahab, harga di pasaran saat ini Rp10.300/kg. Karena itu, sampai saat ini jumlah cadangan beras Bulog tidak mencapai 1,2 juta ton.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, harga rata-rata beras di penggilingan sudah Rp10.300 per kg. Sementara harga beli Bulog hanya Rp9.700 per kg.

“Itu kendalanya,” kata Ismail dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (18/11/2022).

Ismail mengatakan itulah kendala juga bagi petani, mengingat saat ini harga beras di pasaran sudah meningkat karena berbagai macam penyebab. Ia mengatakan periode akhir tahun tren harga beras selalu meningkat.

Belum lagi terdapat kenaikan biaya produksi seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hingga benih yang juga naik. “Itu sebabnya, dari kesepakatan 353 ribu ton, baru terserap 92 ribu ton (Bulog)” kata Ismail.

Dalam paparan Ismail, dilansir detik.com, Sabtu (19/11/2022), harga beras di penggilingan hingga Oktober 2022 mencapai Rp9.973 per kg dan Rp10.158/kg. Sementara, harga beras di tingkat konsumen di Oktober 2022 sebesar Rp11.707/kg, kemudian Oktober 2022 Rp11.858/kg. (psc/bs)

Baca Juga :  RI Impor 27 Ribu Ton Beras dari Vietnam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *