PORTALSWARA.COM — Menjadikan Kota Medan yang sehat jiwanya dan sehat raganya merupakan salah satu cita-cita Prof Ridha Dharmajaya terjun ke dunia politik, mencalonkan diri sebagai calon Walikota Medan 2024-2029. Tak tanggung, sosok muda visioner, cerdas, berani dan berakhlak mulia, Prof Dr dr Ridha Dharmajaya Sp BS ini bahkan mengorbankan karirnya yang masih 28 tahun lagi. Semua itu dia tinggalkan demi bertarung dalam kontestasi Pemilihan Walikota Medan 2024.
“Kenapa Prof Ridha masuk tiba-tiba jadi calon Walikota? Apa nggak ada pasiennya lagi sebagai dokter? Sebenarnya karir saya hari ini sedang bagus-bagusnya,” ungkap Prof Ridha, dalam suatu kegiatan di Medan, baru-baru ini.
Prof Ridha yang menghabiskan masa kecilnya di Titi Papan Sei Kambing, Kota Medan dan menamatkan SD juga SMP di Sekolah Harapan ini, mengatakan, masa kerjanya yang masih 28 tahun lagi mendatangkan penghasilan yang bagus. Bahkan beredar kabar lebih besar dari penghasilan seorang Walikota.
Tak hanya itu, fasilitas yang dimiliki Prof Ridha, juga bisa membawa dirinya jalan-jalan ke luar negeri 3 sampai 5 kali dalam setahun, kongres, workshop dan seminar.
“Jadi ada tiga hal, masa kerja masih 28 tahun, penghasilannya bagus dan ada fasilitas ke luar negeri. Ketika saya mendaftar menjadi calon Walikota, maka semuanya harus berhenti. Masa kerja yang 28 tahun itu harus berhenti pada hari itu. Penghasilannya berhenti pada hari itu. Fasilitas jalan-jalan ke luar negeri juga berhenti,” papar Prof Ridha, yang SK Profesor nya diterbitkan oleh Menteri Pendidikan.
Prof Ridha yang menamatkan SMA nya di SMA Negeri 1 Medan itu, menambahkan, untuk masuk ke pencalonan Pilkada menjadi calon Walikota, ada hal yang harus dikorbankan.
Sejak awal, kata Prof Ridha, bergerak dari tahun 2022 akhir, dokter spesialis Bedah Syaraf ini bicaranya memang menuju Kota Medan.
“Kenapa mau berkorban seperti itu? Karena kalau kita abai, kita diam, tidak peduli dengan sekeliling kita, maka anak-anak kita nanti, keluarga-keluarga kita yang lain, pada saat mereka tumbuh dewasa, kemungkinan mereka akan jadi penumpang di negeri kita ini,” paparnya.
Karena, kata Prof Ridha, jika negeri dikuasai oleh orang-orang asing dan cukong-cukong, maka mereka tidak peduli dengan bangsa Indonesia. Karenanya, imbuh Prof Ridha, perlu berjuang bersama. Perlu pengorbanan juga.
“Pengorbanannya adalah berani menolak politik uang. Menerima politik uang tidak membuat kaya dan menolaknya tidak membuat miskin. Ini perjuangan kita,” tandas Prof Ridha yang menginisiasi Gerakan Gadget Sehat Untuk Generasi Berkualitas. (psc)






