Puluhan Ribu Massa di Seluruh Australia Serukan Gencatan Senjata Israel-Gaza

PORTALSWARA.COM –Puluhan ribu orang berunjuk rasa untuk gencatan senjata di Gaza. Puluhan ribu orang berkumpul di tangga Perpustakaan Negara Bagian Victoria di Melbourne, Minggu (12/11/2023), untuk melakukan unjuk rasa pro-Palestina, sebelum bergerak melintasi kota menuju Parlemen.

Kerumunan membludak sebelum tengah hari ketika teriakan pun terdengar, menyerukan diakhirinya pengepungan di Gaza dan gencatan senjata segera. Dan Polisi Victoria mengatakan 45.000 orang menghadiri unjuk rasa tersebut.

Pemimpin Partai Hijau Victoria Samantha Ratnam mengatakan warga sipil di Gaza pada akhirnya menanggung akibat perang yang sangat brutal dan menyebut serangan Israel sebagai hukuman kolektif.

“Bencana kemanusiaan ini berada di luar pemahaman kami,” katanya.

Anak-anak dan orang dewasa mengibarkan bendera Palestina dan ratusan orang memegang bendera serta tanda-tanda dengan pesan seperti Bebaskan Palestina dan Dimana Albo?.

Seruan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel di seluruh Australia, dilakukan puluhan ribu massa dengan turun ke jalan-jalan kota.

Peristiwa tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian demonstrasi sejak awal konflik Israel-Gaza pada 7 Oktober.

Serangan teroris yang dilakukan Hamas pada tanggal tersebut menewaskan sekitar 1.200 warga Israel – angka yang baru-baru ini direvisi turun dari 1.400 oleh Kementerian Luar Negeri Israel.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan pada hari Jumat setidaknya 11.078 warga Palestina, termasuk 4.506 anak-anak, tewas dalam serangan balasan Israel. Sekitar 2.700 orang dilaporkan hilang dan diperkirakan mungkin terjebak atau tewas di bawah reruntuhan.

Israel menolak seruan untuk melakukan gencatan senjata, dan mengatakan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai sekitar 240 sandera yang disandera oleh Hamas dipulangkan, sehingga mereka terus menyerang Kota Gaza dalam invasi darat yang bertujuan untuk melenyapkan kelompok militan tersebut.

Baca Juga :  Pateemoh Sadeeyamu, Gubernur Wanita Muslim Pertama di Thailand Selatan

Demonstrasi di kota-kota besar di seluruh Australia menarik para pembicara terkemuka dan menutup jalan-jalan.

Melansir abc.net.au, Senin (13/11/2023), beberapa demonstran menjadi kesal ketika salah satu pembicara, Margaret Beavis dari Asosiasi Medis untuk Pencegahan Perang, mengatakan serangan Israel di Gaza bukan genosida.

Pembicara lainnya termasuk anggota dewan Aliansi Sosialis Merri-bek Sue Bolton, penulis Clementine Ford, akademisi Palestina Micaela Sahhar dan kepala eksekutif Burgertory Hash Tayah.

Salah satu restoran cepat saji milik Tayah di Caulfield South dilanda serangan pembakaran pada Jumat (10/11/2023) dini hari. Kebakaran tersebut menjadi katalisator bentrokan antara kelompok pro-Palestina dan pro-Israel di Caulfield Selatan malam itu, mengakibatkan saling hinaan rasial, saling pukul dan seorang pria dihantam batu.

Polisi mengatakan berulang kali mereka tidak percaya insiden di restoran tersebut ada hubungannya dengan kehadiran Tayah pada demonstrasi pro-Palestina sebelumnya. Dan tidak percaya kebakaran tersebut dimotivasi oleh prasangka. (psc)