PORTALSWARA.COM — Puluhan organisasi relawan mendeklarasikan penolakan terhadap hasil Pilpres 2024 dan menuntut pemilihan ulang melalui ‘Petisi Brawijaya’. Menurut mereka, pelaksanaan Pilpres dipenuhi kecurangan yang dianggap terstruktur, sistematis dan masif.
Ketua Umum Projo Ganjar, Haposan Situmorang, menyatakan kecurangan tersebut mengkhianati demokrasi dan konstitusi, berpotensi membahayakan NKRI. Mereka mendesak penggantian seluruh Komisioner KPU dan Bawaslu, serta meminta pemilu ulang yang jujur dan adil.
“Tuntutan pertama adalah menolak hasil Pilpres 2024, pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 yang diwarnai kecurangan,” ujar Haposan Situmorang saat membacakan deklarasi, Minggu (18/02/2024).
Relawan juga protes terhadap deklarasi kemenangan oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming berdasarkan quick count, menyebut hal tersebut dapat menciptakan perpecahan dalam masyarakat. Mereka meminta Bawaslu untuk memproses hukum deklarasi tersebut dan mendiskualifikasi Prabowo-Gibran sebagai peserta Pemilu 2024.
Melansir CNN Indonesia, Senin (19/02/2024), sejauh ini, pasangan Prabowo-Gibran unggul berdasarkan hitung cepat dan real count KPU dengan persentase di atas 55%. Data terakhir menunjukkan mereka meraih 49.747.461 suara, sementara pasangan Ganjar-Mahfud hanya memperoleh 15.084.928 suara. (psc)







