Senator Dedi Iskandar Batubara Yakin Pasangan Prof Ridha-Abdul Rani Menang

PORTALSWARA.COM — Senator Republik Indonesia H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP berkeyakinan pasangan calon Walikota Medan Prof Ridha Dharmajaya-Abdul Rani SH menang.

Hal itu diungkapkan senator asal Sumut Dedi Iskandar Batubara, yang juga Ketua PB Al-washliyah Sumut, saat menerima kunjungan silaturahim Prof Ridha dan Abdul Rani beserta tim, di Kantor PB Al-washliyah Sumut, Jl SM Raja Medan, Jumat (11/10/2024).

“Saya berkeyakinan kita akan menang, Insya Allah. Dari banyak diskusi dan berbagai macam informasi, baik yang seideologi, tidak seideologi, kalangan profesional, aktivis dan lain sebagainya. Sepertinya kecenderungan itu mengarah kesana. Ya, mohon maaf, tampilan foto yang terbaik, ya kalian berdua,” ungkap Dedi, yang pernah menjadi Ketua Relawan Abdillah-Ramli, seraya menyebutkan, untuk sesi foto saja Abdillah-Ramli melakukannya di Singapura.

Menurut Dedi, yang tiga kali terpilih sebagai senator ini, dua pasangan calon walikota lainnya, berubah-ubah warnanya, tidak konsisten, terkadang biru, terkadang merah dan terkadang hijau. Berbeda dengan pasangan calon nomor urut 2.

Dari segi tampilan publikasi eksternal, kata Dedi, hal-hal sederhana seperti itu turut menentukan. Menjadi pertimbangan orang untuk tertarik menggunakan hak pilihnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, dinamika, kemudian pertarungan ide gagasan, kecerdasan mengambil momentum, mengelola isu dan lain sebagainya, dalam politik itu memang seninya. Karenanya, ketika misalkan banyak dinamika terkait dengan pencalonan Prof Ridha-Abdul Rani, itu juga sesuatu yang lumrah saja dalam politik.

Dedi juga menyebutkan kalau Al-washliyah bukan merupakan partai politik. Tetapi adalah ormas Islam yang memberi kebebasan para anggotanya melakukan aktivitas politik, sesuai rambu-rambu yang telah disiapkan.

“Kalau pun ada di lingkup Al-washliyah satu dengan yang lainnya berbeda pandangan, tidak sepaham, ya memang dari dulu begitu ceritanya. Dari sejarahnya, Al-washliyah ini memang rumahnya berdebat, bertengkar gagasan. Ini memang DNA nya Alwashliyah,” ungkap Ketua PB Al-washliyah ini.

Baca Juga :  Mayoritas Warung di Langkat Dihiasi Spanduk Pasangan Anies-Muhaimin

Secara to the point, kata Dedi, antara Abdul Rani yang nota bene merupakan kader tulen Al-washliyah dan Hidayatullah, itu perdebatan beda generasi sebenarnya.

“Bang Hidayatullah itu generasi di atas kita Bang Rani. Kita tidak pernah bersentuhan dengan mereka sesungguhnya. Kita cuma kenal nama, kemudian hormat dengan senior, begitu,” kata Dedi.

Dikatakannya, pertarungan beda generasi, 60 an dengan 80an atau 70 an memang membutuhkan untuk mewakafkan diri dan waktu, bisa dikelola sebaik mungkin. Dan itu satu hal di Al-washliyah yang bisa menjadi sepemahaman terlebih dahulu.

“Jadi kita nikmati saja proses ini dengan kebahagiaan. Kadang-kadang pasukan tersembunyi itu jauh lebih berat, lebih besar pengaruhnya ketimbang pasukan aktivis,” ungkap Dedi.

Dan hari ini, ucap Dedi, itu yang berlaku, meskipun dirinya sudah memberikan otoritas kepada masing-masing PD Al-washliyah untuk menjalankan kewenangannya sesuai dengan anggaran dasar mereka. Dedi mengakui kalau dirinya tidak bisa mengintervensi PD Al-washliyah se Sumut. Karena mereka punya otoritas sendiri dengan anggaran dasarnya.

Tetapi, kata Dedi, baginya, sepanjang yang diperjuangkan itu kader, pengurus organisasi, maka tidak ada tawar menawar lagi. Sikapnya mesti jelas dan tegas.

Meskipun kewenangan dukung mendukung itu ada di masing-masing PD Alwashliyah Kota Medan, tetapi silaturahim ini menjadi suatu cara untuk membangun Kota Medan. Dan mudah-mudahan sebagai senator, dirinya kedepan bisa bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota untuk bisa saling membantu.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menitip pesan kepada Prof Ridha-Abdul Rani jika kelak terpilih menjadi Walikota-Wakil Walikota Medan, yakni urusan pendidikan, dakwah dan sosial, yang menjadi kebutuhan dasar Al-washliyah. Program primer.

Diungkapkannya, di Kota Medan ada 114 sekolah madrasah, baik yang di bawah kewenangan Pemko Medan, Kementrian Agama.

“Kami titip sekolah-sekolah ini, baik pembenahan dan peningkatan kualitas sumber daya gurunya. Saya kira Pak Rani sudah paham karena beliau sudah 15 tahun di DPRD Medan. Tahu betul mengelola APBD Medan itu seperti apa. Kemudian distribusi – distribusi anggarannya. Titip sekolah-sekolah Al-Washliyah berikut tentu dengan guru-gurunya yang sampai hari ini secara kesejahteraan masih perlu perhatian,” papar Dedi.

Baca Juga :  Data KPU Terkait Penetapan 9.925 DCS Bacaleg DPR Tak Sinkron

Kemudian soal sosial, Al-washliyah juga punya panti asuhan yang sebenarnya tugas ini bukan hanya tugas Al-washliyah. Tetapi juga tugas pemerintah mendampingi masyarakat yang secara ekonomi di bawah garis kemiskinan.

Apalagi spot-spot kemiskinan di Kota Medan sudah terdeteksi, hanya tinggal melakukan eksekusi.

“Saya setuju memang kedepan ini orientasi pembangunan diarahkan ke Utara. Selatan saya kira sudah lebih baik, walaupun ada beberapa titik yang masih menjadi persoalan,” sebut Dedi.

Termasuk urusan anak-anak terlantar, masih banyak ditemukan, yang ternyata bukan warga Kota Medan. Mereka warga luar Kota Medan yang mencari rezekinya di simpang-simpang lampu merah.

Kemudian, katanya, populasi ustadz di Kota Medan merupakan kader Al-washliyah. Kedepan diharapkan hal ini menjadi atensi untuk ustadz-ustadz yang ada di Kota Medan.

“Ini tiga amal pokoknya Al-washliyah yang saya kira saya sampaikan ke Prof Ridha-Abdul Rani jika menjadi Walikota kedepan, Insya Allah. Selain juga persoalan-persoalan lain tentunya,” urai Dedi.

Menurutnya, Kota Medan ini banyak masalah, mulai dari kemiskinan, pengangguran, begal dan narkoba. Jika masyarakatnya miskin dan belum sejahtera, pastilah tingkat kriminalitasnya akan tinggi.

“Saya kira Prof Ridha juga sudah punya desain untuk Kota Medan. Saya juga sedari awal sangat mendukung program-program Prof Ridha dan Abdul Rani. Kita bersamai, kita bantu, kita doakan dengan kemampuan kita masing-masing. Kita meyakini Prof Ridha dan Abdul Rani terpilih. Kita membersamai mereka, membantu dan mendorong Prof Ridha-Abdul Rani untuk bisa terpilih,” tandasnya. (psc)