PORTALSWARA.COM — Tahun ini tol Sumatera Utara (Sumut) tersambung hingga ke Aceh. Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan proyek pembangunan jalan tol Binjai-Langsa, seksi Pangkalan Brandan-Kuala Simpang dapat selesai pada tahun ini.
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, mengatakan pihaknya sedang mendorong proses pembebasan lahan agar dapat diselesaikan. Sehingga kegiatan konstruksi jalan tol yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ini dapat dipercepat pelaksanaannya. Tahun ini tol Sumut tersambung hingga Aceh.
“Tahun ini harus selesai tolnya, khusus tanggung jawab Sumatera Utara, sampai ke Kuala Simpang,” kata Edy, Rabu (08/03/2023).
Sementara itu, EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Tjahjo Purnomo, menjelaskan progres pengerjaan jalan tol Stabat-Tanjung Pura telah mencapai 73.84 persen. Adapun, progres ruas tol Tanjung pura-Pangkalan Brandan mencapai 48.08 persen.
“Ruas tol tersebut belum tersambung hingga Aceh pada tahun ini, karena menjadi bagian dari penyelesaian JTTS Tahap 3,” kata Tjahjo.
Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh akan tersambung dengan kehadiran Jalan Tol Binjai-Langsa. Jalan Tol Binjai – Langsa dengan total panjang mencapai 130,9 Km memiliki 2 tahap, dimana tahap 1 terdiri dari Binjai – Stabat (11,8 Km) dan Stabat – Pangkalan Brandan ( 46,2 Km).
Selanjutnya tahap 2 yakni Pangkalan Brandan – Langsa (72,9 Km) yang ditargetkan akan selesai konstruksinya pada 2024 mendatang. Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Tol Binjai-Langsa Seksi 1 ruas Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km. Pengerjaan Jalan Tol Binjai-Langsa dengan total panjang mencapai 130,9 km memiliki 2 tahap, yakni tahap 1 terdiri atas Binjai-Stabat 11,8 km dan Stabat-Pangkalan Brandan 46,2 km.
Selanjutnya, tahap 2 yakni Pangkalan Brandan-Langsa 72,9 km yang ditargetkan akan selesai konstruksinya pada 2024 mendatang. Jalan Tol Binjai – Langsa yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp23,4 triliun yang menjadi akses pendukung menuju berbagai destinasi wisata yang ada di Sumatra Utara. (psc)






