PORTALSWARA.COM — Sekretaris KPU Rote Ndao, Nem Daniel Junias Pah, mengumumkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Rote Ndao mencapai Rp4.409.000. Rincian total anggaran tersebut termasuk Rp2,5 juta untuk pembuatan TPS, Rp1 juta untuk operasional lainnya, dan Rp909 ribu untuk biaya makan dan minum 7 anggota KPPS ditambah 2 Linmas.
Menurut Nem, dari dana Rp2,5 juta untuk pembuatan TPS, Rp2 juta digunakan untuk sewa tenda, kursi, printer, dan pembelian tripleks untuk papan pengumuman. Sementara Rp500 ribu digunakan untuk penggandaan berita acara atau formulir salinan.
Anggaran operasional sebesar Rp1 juta dimaksudkan untuk membeli peralatan pendukung perhitungan dan pemungutan suara, termasuk tipe x atau stipo cair untuk memperbaiki kesalahan penulisan pada formulir plano. Dana ini juga digunakan untuk membeli pisau cutter untuk memotong kabel ties yang digunakan KPU untuk menyegel kotak suara, serta untuk membeli paket data bagi anggota KPPS yang mengunggah hasil C-Plano.
“Nantinya, setelah pungut hitung, salah satu KPPS akan foto dan mengunggah C-Plano di aplikasi Sirekap,” ungkap Nem.
Melansir pos-kupang.com, Rabu (07/02/2024), selain itu, anggaran juga mencakup pembelian kertas tambahan dan snack ringan bagi petugas KPPS dan Linmas yang bertugas. Ada pula alokasi uang makan selama dua hari pada saat hari-H (penyelenggaraan Pemilu) untuk 7 anggota KPPS ditambah 2 petugas Linmas, dengan total anggaran mencapai Rp1.970.823.000 untuk 447 TPS di Rote Ndao. (psc)






