Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Walikota Medan Bobby Harap JKMB Tepat Sasaran

PORTALSWARA.COM — Walikota Medan Bobby Nasution berharap program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Harapan tersebut disampaikan Bobby saat melaunching Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB), sebagai wujud peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, di RSUD H Bachtiar Djafar, Medan Labuhan, Senin (5/12/2022).

Bersama Dirut Utama BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti, Bobby juga melakukan Soft Launching RSUD H Bachtiar Djafar. Sehingga rumah sakit milik Pemko Medan di bagian Utara ini sudah dapat melayani masyarakat untuk berobat.

Bobby mengatakan, program UHC JKMB ini terealisasi berkat kerja keras dan kolaborasi jajaran Pemko Medan dengan
BPJS Kesehatan. Menurut Bobby, saat ini sudah 96 persen masyarakat Kota Medan tercover BPJS kesehatan, tinggal 4 persen belum tercover BPJS. Namun setelah berlakunya program UHC JKMB 4 persen tersebut telah ditanggung oleh Pemko Medan.

Dihadapan yan hadir, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS David Bangun, Ketua DPRD Hasyim SE, Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, Sekda Wiriya Alrahman dan Istri Alm Bachtiar Djafar Rosmeini Bachtiar serta unsur Forkopimda dan segenap OPD, Bobby menambahkan, setelah diberlakukannya UHC JKMB, banyak daerah lain mengetahui dan juga meminta kepada BPJS kesehatan, agar daerahnya dapat melakukan program yang sama. Tentunya ini berdampak positif bagi BPJS Kesehatan dan secara tidak langsung Pemko Medan berperan dalam mempromosikan BPJS kesehatan.

“Karena secara tidak langsung kami menjadi endorse, kalau boleh pak Dirut 4 persen masyarakat yang belum tercover, kita berbagi menanggungnya, minimal dapat diskon. Sehingga kedepannya jumlah persentase masyarakat Kota Medan yang tercover BPJS kesehatan dapat terus meningkat,” ujar Bobby kepada Dirut BPJS Kesehatan.

Bobby mengungkapkan berdasarkan data, masyarakat yang termasuk dalam peserta BPJS kesehatan penerima upah atau Mandiri berpotensi mencoba program UHC JKMB. Padahal mereka mampu. Setelah dicobanya dan dilayani oleh rumah sakit mereka akan di masukan ke dalam kelas tiga dan dikunci tidak boleh naik kelas selama setahun sesuai perjanjian.

Baca Juga :  Jokowi Sedang Siapkan Aturan CCS

“Satu hal lagi kalau boleh pak, masa penguncian program UHC JKMB ini dapat dikurangi. Sebab dikhawatirkan akan ada masyarakat yang akan mencoba program ini, padahal mampu membayar. setelah dicoba ternyata karena kelas III mereka ingin naik kelas, namun karena dikunci setahun tidak dapat naik kelas, jadinya mereka membayar sendiri. Tentunya ini akan mubazir karena Pemko terus membayar tagihannya lebih baik digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan,” sebut Bobby, seraya berharap dua poin tersebut dapat dipertimbangkan Dirut BPJS kesehatan agar program UHC JKMB ini tepat sasaran dan tepat guna.

Dalam kesempatan ini, Bobby juga mengingatkan kepada Dinas Kesehatan dan stakeholder yang terlibat langsung dalam program UHC JKMB, agar dapat memperhatikan dan meningkatkan pelayanannya. Dari data yang didapat ada sekitar 41 Puskesmas dan 48 rumah sakit di Kota Medan.

“Ini PR kita bersama setelah dilaunching UHC JKMB, pelayanan kesehatan harus terus diperhatikan dan ditingkatkan,” tegas Bobby Nasution.

Sementara itu Dirut BPJS Kesehatan, mengungkapkan, setelah diresmikan program UHC JKMB, pihak rumah sakit diminta jangan membedakan pelayanan kesehatan kepada peserta BPJS kesehatan. Sehingga tidak ada terjadi diskriminasi. Dengan begitu masyarakat juga akan bangga dengan pelayanan kesehatan kita yang bagus tanpa harus berobat ke luar negeri.

“Meskipun kita sudah memiliki BPJS tetap harus menjaga kesehatan. Karena masyarakat sehat negara kuat,” sebutnya.

Kemudian terkait dengan soft launching RSUD H Bachtiar Djafar, Bobby berpesan kepada jajaran rumah sakit agar dapat menjadikan rumah sakit ini sesuai dengan namanya. Artinya seperti diketahui nama Bachtiar Djafar banyak berbuat baik untuk Kota Medan. Untuk itu rumah sakit Pemko Medan di kawasan Medan Utara ini dapat melayani dan menyehatkan masyarakat.

Baca Juga :  Walikota Medan Bobby: Butuh Kehadiran IWAPI Dukung Ekonomi Digital

“Jangan menjadi rumah sakit yang membuat masyarakat trauma, baik itu dari sisi fasilitas maupun masyarakat. Jadikan Rumah Sakit H Bachtiar Djafar yang dapat menyehatkan masyarakat Kota Medan,” ujar Bobby.

Dengan diresmikannya RSUD H Bachtiar Djafar, istri almarhum mantan Walikota Medan Rosmeini Bachtiar Djafar, mengungkapkan, sangat senang dan bangga serta merasa terhormat. Apalagi dibarengi dengan diluncurkannya program UHC JKMB. Tentunya program ini sangat baik untuk kesehatan masyarakat.

“Saya sangat bangga dan merasa terhormat rumah sakit dengan nama suami (Bachtiar Djafar) telah resmi beroperasi. Apalagi daerah rumah sakit ini memang kampung halaman bapak dan lahir disini. Terima kasih saya ucapkan kepada Pemko Medan dan pak Bobby Nasution,” sebutnya.

Selanjutnya launching program UHC JKMB dan soft launching RSUD H Bachtiar Djafar ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirine oleh Bobby Nasution bersama Dirut BPJS Kesehatan, serta penyerahan sertifikat UHC JKMB kepada Bobby Nasution. Selain itu Bobby Nasution juga menyerahkan secara simbolis kartu BPJS kesehatan kepada peserta UHC JKMB. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *